Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Elpiji 5 Kg produk Pertamina tak laku di Palu

Elpiji 5 Kg produk Pertamina tak laku di Palu Bright Gas. ©2015 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Sejumlah pangkalan pengecer di Kota Palu mengatakan elpiji 5 kg (bright gas) yang gencar dipasarkan Pertmaina dewasa ini kurang diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan elpiji 3 Kg.

"Ini salah satu sebab mengapa stok elpiji 3 Kg cepat sekali habis dibandingkan 5 Kg," kata seorang pemilik pangkalan elpji di Kota Palu, Yusrin seperti ditulis Antara, Minggu (2/4).

Jika dilihat dari isi tabung elpiji 3 Kg memang lebih sedikit dari elpiji 5 Kg, tetapi yang paling diminati masyarakat justru elpiji 3 Kg pada hal elpiji 5 Kg lebih lama digunakan.

Pihak Pertamina, katanya, kini terus mendistribusikan elpiji 5 Kg ke pangkalan pengecer yang ada di 46 kelurahan di Kota Palu.

Hal senada juga disampaikan Arifin. Pemilik pangkalan di bilangan Jalan Anoa II, Kecamatan Palu Selatan itu membenarkan stok elpiji 3 Kg cepat habis dibandingkan elpiji 5 Kg.

Masyarakat lebih suka membeli elpiji 3 Kg karena harganya cukup murah. Harga elpiji 3 Kg hanya Rp 16.000/tabung sesuai harga eceran tertinggi ditetapkan pemerintah. Sementara elpiji 5 Kg harganya sekitar Rp 80.000/tabung.

Hingga kini, harga elpiji 3 Kg di luar pengkalan berkisar Rp 25.000/tabung. Sementara di pangkalan pengecer hanya Rp 16.000/tabung.

Bahkan di kios-kios di Kabupaten Sigi, daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Palu, Ibu KOta Provinsi Sulteng, harga elpiji subsidi mencapai Rp 35.000/tabung.

Di Kota Palu elpiji subsidi masih terbilang cukup langka. Banyak pangkalan yang tidak menjual karena stok habis dan pasokan belum masuk.

Seperti dua pangkalan di jalan Kancil hingga kini belum menjual elpiji 3kg karena belum mendapatkan pasokan dari pihak agen.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP