Ekspor Sumbang Penurunan Defisit Transaksi Berjalan

Sabtu, 9 November 2019 12:18 Reporter : Dwi Aditya Putra
Ekspor Sumbang Penurunan Defisit Transaksi Berjalan Ilustrasi Biosolar. ©istimewa

Merdeka.com - Bank Indonesia merilis defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2019, sebesar USD 7,7 miliar atau sekitar 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai USD 8,2 miliar atau sekitar 2,9 persen dari PDB.

Direktur Riset Centre of Reformon Economics (Core), Piter Abdullah menyambut baik langkah pemerintah dalam menekan posisi defisit transaksi berjalan. Menurutnya penurunan itu disebabkan oleh membaiknya neraca perdagangan yang ditandai oleh mulai positifnya pertumbuhan ekspor, sementara pertumbuhan impor masih tercatat negatif.

"Salah satu yang masih menahan impor adalah keberhasilan B20," kata dia kepada merdeka.com, Sabtu (9/11).

Dia mengatakan target pengembangan biodiesel untuk 2019 adalah 6.6 juta kiloliter atau setara 5.7 juta ton CPO. Namun realisasi per September 2019 ini sudah mencapai 4.49 juta kiloliter atau 68 persen dari target. Dengan kondisi itu, artinya pemerintah sudah berupaya untuk menahan laju impor minyak.

"Angka ini cukup signifikan menahan laju impor khususnya impor solar," imbuh dia.

1 dari 1 halaman

B20 Pengaruhi Neraca Perdagangan

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, defisit neraca transaksi berjalan membaik dipengaruhi oleh penggunaan Biodiesel 20 persen (B20) yang digalakkan sejak tahun lalu.

"Ya ini kan ada perbaikan dari hasil unemployment rate naik. Sehingga dengan demikian ekonomi kita bergerak jadi lapangan pekerjaan terserap kemudian neraca perdagangan kan ada perbaikan dari non migasnya naik, migas turun sedikit. Ini mencerminkan program B20 berjalan," ujar Airlangga di Kantornya, Jakarta, Jumat (8/11).

Airlangga mengatakan, ke depan pemerintah masih akan terus mengoptimalkan penggunaan B20 untuk berbagai sektor. Selain itu, pemerintah berencana meningkatkan peran kelapa sawit atau biodiesel dalam bahan bakar hingga 100 persen.

"Oleh karena itu, ke depan salah satu prioritas rapat kemarin kita akan merapikan untuk B30. dan kita sedang buat roadmap B30, B40, B70 sampai B100. Sehingga ini salah satu langkah quick win untuk neraca perdagangan," jelasnya.

Untuk mendorong transaksi berjalan agar tidak mengalami pelebaran defisit, pemerintah akan memperkuat kinerja ekspor serta investasi. "Nilai tambah yang kita dorong dari segi produk ekspor kita tingkatkan, dan kemudian kalau dilihat investasi juga cukup meningkat," kata Airlangga. [did]

Baca juga:
Saran Sandiaga Uno Agar Pemerintah Jokowi Bisa Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan
Tingkatkan Ekspor, Mendag Agus akan Selesaikan Perjanjian Perdagangan
Strategi Menko Airlangga Perbaiki Defisit Transaksi Perdagangan dan Berjalan
Tingkatkan Daya Saing, Jokowi Perintahkan Airlangga Kurangi Defisit RI
Sri Mulyani Akui Sulit Menurunkan Defisit Neraca Perdagangan
Pengembangan Energi Terbarukan Mampu Perbaiki Defisit Neraca Perdagangan
Kementerian BUMN dan ESDM Kerjasama Dorong Percepatan Pembangunan Kilang Minyak

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini