Ekonom nilai pembentukan Holding BUMN Tambang tak efektif

Senin, 20 November 2017 17:21 Reporter : Saugy Riyandi
gedung BUMN. wordpress.com

Merdeka.com - Pemerintah tengah menggodok pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara di sektor pertambangan atau Holding BUMN Tambang, meliputi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Keputusan ini akan difinalkan pada 29 Desember saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ketiga BUMN tersebut.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada, Tony Prasetiantono menilai, rencana pembentukan holding pertambangan tidak cukup efektif jika dasarnya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus kinerja BUMN di sektor pertambangan. Sebab, pembentukan holding ini akan menimbulkan masalah baru khususnya di sisi manajemen.

"Coba lihat, holding semen juga ngak efektif karena mereka (anak usaha SMGR) masih bawa entitas masing masing dan membawa budaya organisasi masing-masing. Jadi holding itu sekarang hanya forum rapat saja," ujar Tony di Gedung BEI, Senin (20/11)

Menurutnya, pemerintah lebih baik melakukan merger atas BUMN tambang yang ada saat ini, bukan melakukan holding. Namun, merger harus dilakukan dengan moment yang tepat.

"Dengan merger maka jumlah direksi dan komisaris serta karyawan bisa dikurangi cuma kalau merger pasti ada gejolak, karena akan ada pengurangan direksi dan karyawan. Cuma merger itu butuh situasi yang kondusif dan saya lihat waktunya kurang tepat saat ini," katanya.

Tony menjelaskan, desakan untuk mengkaji ulang rencana pembentukkan holding BUMN pertambangan didasarkan karena terdapat ketidakefektivan dari implementasi holding sebelumnya di sektor perkebunan dan semen. Hal ini diketahui dari tidak tercapainya tujuan utama pembentukkan holding di sektor semen dan perkebunan. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Holding BUMN
  2. BUMN
  3. Tambang
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini