Dukung Mobil Listrik, Pertamina Geser Bisnis Bangun Pabrik Baterai

Rabu, 27 November 2019 15:43 Reporter : Dwi Aditya Putra
Dukung Mobil Listrik, Pertamina Geser Bisnis Bangun Pabrik Baterai Mobil listrik. ©2013 merdeka.com/idris rusadi putra

Merdeka.com - Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Heru Setiawan mengaku siap menggeser lini bisnis Perusahaan untuk ikut serta mengembangkan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sebab kehadiran kendaraan listrik ini sendiri diyakini akan mengubah pasar kendaraan secara global.

"Sangat relevan dengan yang kita lakukan sekarang, disrupsi yang kita hadapi, Pertamina selalu berupaya merespons apapun yang ada di global, contoh EV," kata dia saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/11).

Dia mengatakan, kendaraan listrik dalam waktu lima tahun mendatang juga akan banyak menghiasi Indonesia. Untuk itu, pihaknya berencana untuk membuka dan membangun pabrik-pabrik baterai.

"Kita mau bangun pabrik baterai, demand ga banyak tapi kita siapkan itu. Kita siap berubah. Kita siap untuk bisa menyambut EV " katanya.

1 dari 1 halaman

Cari Partner Bangun Industri Baterai

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) kembali menyatakan niat untuk ikut terjun ke dalam industri produksi baterai kendaraan listrik. Langkah ini dilakukan seiring dengan upaya pemerintah yang gencar mengobarkan program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL).

VP New and Renewable Energy Investment, Planning and Risk Management Directorate Pertamina, Kristyadi Winarto, mengatakan pihaknya saat ini tengah mencari partner yang cocok untuk membangun industri baterai kendaraan listrik.

"Sekarang dalam market study dan pencarian partner. Jadi kita melihat potensi market berapa dan sedang mencari partner yang memenuhi kriteria," kata dia di Jakarta, Selasa (26/11).

Namun, dia menambahkan, Pertamina belum mengetahui berapa besaran dana yang akan diinvestasikan untuk terlibat dalam produksi baterai tersebut.

"Walaupun secara personal Pertamina punya kemampuan, cuma untuk lebih menjual produknya kita perlu partner tadi. Kalau baterai itu kan ada beberapa kriterianya yang dipercaya industri otomotif," beber dia. [idr]

Baca juga:
Transjakarta akan Pakai 14.000 Bus Listrik di 2030
Perluas Pasar Mobil Listrik, Mitsubishi Bangun 16 Quick Charger Senilai Rp8 Miliar
Pengusaha Sebut Kendaraan Listrik Masih Berpotensi Cemari Lingkungan
Gratis, Kini Konsumen Mitsubishi Bisa 'Ngecas' Mobil Listriknya di Plaza Senayan
Genjot Produksi Kendaraan Listrik, Pemerintah Diminta Serius Beri Kemudahan Investasi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini