DPR Ragukan Program Penempatan Dana Pemerintah Di Bank

Sabtu, 29 Agustus 2020 16:50 Reporter : Anisyah Al Faqir, Anggun P. Situmorang
DPR Ragukan Program Penempatan Dana Pemerintah Di Bank Misbakhun. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mempertanyakan program penempatan dana pemerintah di perbankan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dia menyangsikan keberhasilan program ini karena belum pernah dilakukan pemerintah sebelumnya.

"Penempatan dana di perbankan ini sangat aneh, pemerintah tidak punya story ini," kata Misbakhun dalam diskusi virtual dengan Forum Diskusi Salemba bertema 'APBN Sebagai Sarana Pemulihan Ekonomi Nasional', Jakarta, Sabtu (29/8).

Politikus Partai Golkar ini juga menyebut hanya Indonesia yang melakukan strategi penempatan dana di bank-bank. Dia makin meragukan cara pemerintah karena program ini dilakukan dengan teori dan metodologi aneh.

Dalam program ini Misbakhun menjelaskan pemerintah menempatkan dana yang berasal dari simpanan di Bank Indonesia. Lalu, para bank yang dikucurkan dana ini wajib melakukan ekspansi kredit ke masyarakat hingga berlipat ganda.

"Dan ada kewajiban melebihkan 10 kali lipat dengan mekanisme deposito yang bunganya 3,4 persen," kata dia.

Artinya, kata Misbakhun pemerintah memang aneh karena menerapkan sistem demikian tanpa mengetahui keberhasilan program tersebut. Bahkan dana penempatan yang diberikan ke bank sebesar Rp 30 triliun ini bukan dana yang sedikit.

Dia khawatir, bank yang mendapat kucuran dana ini tidak bisa mengembalikan dana tersebut jika sewaktu-waktu pemerintah memintanya mendadak.

"Bank yang dapat bantuan itu akan shock karena turunan anggaran itu harus ada di rekening bank sentral," kata dia. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini