DPR Minta Sri Mulyani Perkuat Terobosan Hadapi Tantangan Ekonomi

Senin, 4 November 2019 21:48 Reporter : Dwi Aditya Putra
DPR Minta Sri Mulyani Perkuat Terobosan Hadapi Tantangan Ekonomi Menteri Keuangan Sri Mulyani raker dengan Komisi XI DPR RI. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan agenda evaluasi kinerja 2019 dan rencana kerja 2020.

Dalam rapat tersebut, Komisi XI DPR meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk memperkuat terobosan-terobosan kebijakan dalam menghadapi tantangan pelemahan ekonomi nasional dan ekonomi global dengan kebijakan yang lebih kreatif dan inovatif.

"Komisi XI juga meminta Menkeu untuk menyiapkan mitigasi risiko terhadap pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2019 yang meliputi sisi penerimaan, belanja dan pembiayaan," kata Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto di Jakarta, Senin (4/11).

Dia menjelaskan, Komisi XI akan mendalami permasalahan yang berkembang dalam rapat kerja hari ini melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan eselon I Kementerian Keuangan.

Terakhir, Komisi XI DPR dan Menkeu menyepakati pembentukan Panitia Kerja (Panja), yaitu Panja Penerimaan Pajak, Panja Penerimaan Bea Cukai, Panja Penerimaan Negara Bukan Pajak, dan Panja Pembiayaan APBN.

Sementara itu, Sri Mulyani memaparkan evaluasinya terhadap perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global pada 2019. Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif stabil di atas 5 persen.

"Sementara negara tetangga kita Singapura itu sempat mengalami pertumbuhan negatif, terakhir hanya 0,1 persen. Vietnam masih cukup tinggi meskipun juga terjadi pelemahan dikit," jelas Sri Mulyani.

Jika melihat pertumbuhan ekonomi di banyak negara, beberapa mengalami penurunan, bahkan Amerika Serikat yang termasuk dalam kategori kuat dari sisi pertumbuhan ekonomi, tak terelakkan mengalami perlambatan akibat kondisi tersebut.

Jerman bahkan mengalami pertumbuhan negatif, meskipun terakhir hanya tumbuh 0,4 persen. Sementara China yang biasanya tumbuh 7 persen, diperkirakan hanya akan mencapai pertumbuhan 5,5 persen hingga akhir 2019.

"Eropa, Inggris, Jepang dan India bahkan merosot tajam di kisaran 5 persen. Thailand juga terpengaruh, Filipina juga begitu," paparnya.

Dalam kondisi tersebut, kendati pertumbuhan Indonesia relatif stabil, namun tetap perlu mewaspadai kondisi tersebut. [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini