Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Business Model dan Banua Kreasi Forum for Content Creator. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali para kreator konten lokal dengan pemahaman mendalam mengenai model bisnis ekonomi kreatif.
Pelatihan yang bertajuk "Ekraf: Mesin Ekonomi Baru untuk Banua dan Komunitas Penggeraknya" ini diikuti oleh para konten kreator terpilih. Mereka berasal dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, yang telah melalui proses kurasi ketat oleh Dispar Kalsel. Inisiatif ini menandai upaya pemerintah daerah untuk secara aktif mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif berbasis digital.
Berlangsung di Banjarmasin, pelatihan ini merupakan bagian dari visi Dispar Kalsel untuk memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi baru berbasis digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan para pelaku ekraf dan kreator digital dalam membangun model bisnis yang tidak hanya inovatif tetapi juga berkelanjutan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para kreator dapat mengoptimalkan potensi ekonominya.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Kreativitas Menuju Ekonomi Produktif
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki tujuan ganda. Pihaknya ingin memastikan bahwa kreativitas yang dimiliki oleh para konten kreator dapat diterjemahkan menjadi nilai ekonomi yang konkret dan berkelanjutan. Ini adalah langkah penting untuk menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai pilar baru perekonomian daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para kreator agar tidak hanya kreatif dalam menghasilkan konten, tetapi juga memahami bagaimana konten tersebut bisa menjadi sumber ekonomi yang produktif dan berdaya saing,” ujar Iwan Fitriady di Banjarmasin. Pernyataan ini menegaskan fokus Dispar Kalsel pada pengembangan kapasitas bisnis para kreator. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Pelatihan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah tidak hanya melihat ekonomi kreatif sebagai hobi, tetapi sebagai sektor strategis. Sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Fokus pada model bisnis yang kuat akan membantu para kreator dalam mengelola dan mengembangkan usaha mereka secara profesional.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Dispar Kalsel untuk Talenta Banua
Muhammad Fathurrahman, Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kalsel, menegaskan komitmen pihaknya. Dispar Kalsel bertekad untuk terus menyediakan ruang, dukungan, dan arahan yang jelas bagi para kreator Banua agar dapat terus berkembang. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan hingga fasilitasi jejaring.
“Ekraf kini menjadi salah satu mesin ekonomi baru yang potensinya luar biasa. Banua memiliki banyak talenta muda yang kreatif dan inovatif, dan tugas pemerintah adalah memberi ruang serta dukungan agar mereka bisa tumbuh,” katanya. Fathurrahman menekankan bahwa peran pemerintah sangat krusial dalam memupuk dan mengarahkan potensi yang ada. Ini dilakukan agar potensi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi daerah.
Fathurrahman juga berharap bahwa kegiatan ini akan menjadi wadah efektif bagi para peserta. Mereka diharapkan dapat memperluas jejaring, membangun kolaborasi yang produktif, serta mengembangkan bisnis kreatif. Kolaborasi antar kreator dan dengan pihak lain diharapkan mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di tingkat daerah. Ini akan menciptakan ekosistem yang saling mendukung.
Advertisement
Advertisement
Melahirkan Kreator Lokal Berdaya Saing Global
Selama dua hari pelaksanaan pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif dari sejumlah narasumber profesional. Para ahli di bidang industri kreatif dan bisnis digital ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi digital terkini, memastikan relevansi dan aplikabilitasnya.
Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah menaruh harapan besar. Mereka berharap akan lahir lebih banyak lagi konten kreator lokal yang memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kreator-kreator ini diharapkan mampu mengelola konten mereka secara profesional. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan.
Kontribusi tersebut tidak hanya terbatas pada skala lokal, tetapi juga diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan demikian, citra Kalsel sebagai daerah yang kaya akan potensi kreatif dan pariwisata akan semakin menguat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan ekonomi kreatif Banua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews