Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disentil Jokowi soal promosi dagang, ini respons Mendag Enggartiasto

Disentil Jokowi soal promosi dagang, ini respons Mendag Enggartiasto Mendag Enggartiasto blusukan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiaso Lukita akan mengevaluasi kinerja "Indonesia Trade Promotion Center" (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang ada di berbagai negara, termasuk membuka perwakilan tersebut untuk wilayah yang potensial untuk ekspor. Ini sebagai respons atas sentilan Presiden Joko Widodo yang meminta pihaknya aktif membuka pasar ekspor baru.

Menteri Enggar menjelaskan bahwa evaluasi kinerja tersebut termasuk langkah untuk menutup atau memindahkan ITPC dan Atase Perdagangan yang sudah tidak lagi bisa berkembang.

"Kami akan evaluasi, termasuk ITPC dan Atdag yang bilamana perdagangannya mau kita naikkan itu sudah tidak mungkin. Jika seperti itu, kami tidak ragu untuk menutup dan kita pindahkan," kata Menteri Enggartiasto seperti dikutip Antara dalam jumpa pers Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (21/2).

Tercatat, berdasarkan laman Kementerian Perdagangan, saat ini ada sebanyak 19 ITPC dan 25 Atase Perdagangan yang tersebar di berbagai belahan dunia. Nantinya, akan ada perubahan orientasi kerja ITPC dan Atase Perdagangan untuk memberikan manfaat hubungan dagang berkelanjutan.

"Pameran masih dilaksanakan, akan tetapi pameran yang selektif dan bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta. Yang kami minta adalah kegiatan ekonomi dalam satu tahun, harus ada hubungan dagang yang berkelanjutan," ujar Menteri Enggartiasto.

Menteri Enggartiasto menambahkan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan pihaknya untuk membuka pasar-pasar ekspor baru. Beberapa pasar baru tujuan ekspor tersebut antara lain adalah Afrika, Timur Tengah, Eurasia, India dan Pakistan.

"Kita akan lihat, ITPC dan Atase Perdagangan kita ada di mana. Kita akan tempatkan atau membuka baru," tuturnya.

Kemendag menargetkan peningkatan ekspor nonmigas pada 2017 sebesar 5,6 persen meskipun kondisi perekonomian global dinilai masih cenderung melambat. Sementara pada Rencana Pemerintah Jangka Menengah (RPJM), target tersebut tercatat sebesar 11,9 persen.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta jajaran pemerintahannya untuk aktif memperluas pasar ekspor. Salah satunya dengan melakukan promosi melalui keikutsertaan dalam pameran dunia.

Presiden Jokowi meminta untuk memaksimalkan momen pameran dunia dalam mempromosikan Indonesia. Seperti memilih lokasi stand yang strategis agar dilihat banyak orang.

"Saya minta kalau pameran, dicari tempat yang paling baik. Bayar mahal tidak apa-apa. Tapi cari tempat yang paling strategis, yang paling baik. Jangan cari tempat di dekat toilet. Saya tahu, di situ diskonnya banyak."

Presiden menambahkan kesalahan dalam memilih tempat lokasi stand justru akan memperburuk citra Indonesia. Maka dari itu, dia meminta kebiasaan ini untuk diubah.

"Brand kita langsung jatuh kalau tempat pameran di tempat seperti itu. Kalau pameran, pilihlah yang paling strategis sehingga brand value negara kita langsung melonjak naik," tuturnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP