Digempur Virus Corona, China Tetap Cetak Miliarder Baru 3 Kali Lebih Banyak dari AS

Kamis, 27 Februari 2020 10:25 Reporter : Siti Nur Azzura
Digempur Virus Corona, China Tetap Cetak Miliarder Baru 3 Kali Lebih Banyak dari AS Virus Corona di Wuhan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Di tengah meluasnya wabah virus corona, China tetap mampu mencetak miliarder baru tiga kali lebih banyak dari Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu, dengan kekayaan mereka diperoleh dari bisnis obat-obatan dan hiburan daring.

Berdasarkan data Hurun Global Rich List 2020, wilayah Greater China, termasuk Hong Kong dan Taiwan menciptakan 182 miliarder baru di tahun ini hingga 31 Januari, sehingga totalnya menjadi 799. Sementara AS hanya menciptakan 59 miliarder baru.

Dilansir Reuters yang dikutip Antara, meski virus corona telah memukul perekonomian China, namun hal ini justru mengangkat nilai saham perusahaan-perusahaan China yang bergerak di bidang pendidikan daring, game daring, dan vaksinasi.

Dengan sebagian besar warga China terjebak di rumah karena karantina dan pembatasan perjalanan, permintaan untuk layanan daring pun telah melonjak, membuat dompet miliarder seperti Robin Li dari Baidu, pemilik platform video daring populer iQiyi, semakin tebal.

Nilai kekayaan pengusaha kesehatan yang berspesialisasi dalam vaksinasi juga meningkat, termasuk An Kang dari Hualan Biological Engineering dan Jiang Rensheng dari Zhifei Biological Products. Miliarder pendatang baru China, di antaranya Cheng Xianfeng pemilik perusahaan pembuat obat Yifan Xinfu Pharmaceutical dan Shen Ya pemilik pengecer diskon daring Vipshop.

Pendiri dan Ketua Hurun Report, Rupert Hoogewerf mengatakan, China saat ini memiliki lebih banyak miliarder daripada AS dan India. Di mana Amerika Serikat memiliki 629 miliarder dan India 137 miliarder.

Pada tahun lalu hingga akhir Januari 2020, saham-saham teknologi di China melonjak 77 persen dan perusahaan farmasi China naik 37 persen mengalahkan kenaikan 16 persen pada saham dunia. "Sebuah ledakan dalam penilaian saham teknologi dan pasar saham yang kuat di seluruh AS, India, dan China mendorong para miliarder mencapai rekor tinggi," kata akuntan Inggris yang mulai menerbitkan daftar orang-orang terkaya di dunia pada 1999.

1 dari 1 halaman

Posisi Miliarder Dunia

dunia

Sementara itu, para taipan AS masih memimpin daftar orang terkaya dunia, dengan pendiri Amazon.com, Jeff Bezos mempertahankan posisi teratas untuk tahun ketiga dengan kekayaan USD 140 miliar.

Jack Ma dari raksasa e-Commerce China, Alibaba Group, menjadi miliarder terkaya China dengan kekayaan USD 45 miliar dan berada di urutan ke-21 orang terkaya dunia. Tetapi posisinya diambil alih oleh Elon Musk dari Tesla karena melonjaknya saham pembuat mobil listrik itu di AS.

Teknologi diikuti oleh properti, manufaktur, modal, dan ritel sebagai sumber utama kekayaan selama setahun terakhir.

Terlepas dari perang dagang AS-China, Ren Zhengfei, pendiri raksasa telekomunikasi Huawei Technologies yang bermarkas di Shenzhen, masuk daftar hitam oleh Pemerintah AS, melihat kekayaan pribadinya meningkat tujuh persen menjadi tiga miliar dolar AS, kira-kira setara dengan yang dimiliki Presiden AS Donald Trump.

Beijing adalah ibu kota miliarder dunia untuk tahun kelima, dengan 110 miliarder, dibandingkan 98 miliarder di New York. Shanghai menggeser Hong Kong menempati tempat ketiga. [azz]

Baca juga:
Pria Ini jadi Miliarder Usai Selamatkan Bisnis Ayah yang Hampir Bangkrut
Kisah Pria 25 Tahun Putus Sekolah dan Sukses Jadi Miliuner Aplikasi Pemasaran Hotel
Ajang WEF di RI Hadir Orang Terkaya Dunia, Pemerintah Gencar Promosikan Investasi
Terapkan 6 Hal Sederhana yang Dilakukan Para Miliarder untuk Sukses
Fakta Unik Mark Zuckerberg Tetap Jadi Orang Terkaya, Meski Saham Facebook Turun
Hanya Makan Rp2 Juta, Orang Kaya Ini Beri Tip Pelayan Rp69 Juta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini