Di KTT APEC, Jokowi dan Xi Jinping Bakal Bahas Defisit Perdagangan

Jumat, 16 November 2018 16:55 Reporter : Merdeka
Di KTT APEC, Jokowi dan Xi Jinping Bakal Bahas Defisit Perdagangan baju kembar jokowi dan xi jinping. ©REUTERS/Bagus Indahono/Pool

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) di Papua Nugini. Di sela rangkaian KTT tersebut, Jokowi akan menggelar pertemuan bilateral dengan tiga kepala negara yang hadir, salah satunya Presiden China Xi Jinping.

Menteri Luar Negeri Retno Masrudi mengatakan, dalam pertemuan dengan Xi Jinping, Presiden Jokowi akan membahas soal kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan. Hal ini salah satunya guna menekan defisit perdagangan Indonesia terhadap China.

"Dengan RRT tentu mengenai masalah kerjasama ekonomi perdagangan dengan upaya untuk mengurangi defisit perdagangan kita dengan RRT. Kemarin untuk pertamakalinya kita ikut promosi 11/11 yang hasilnya juga cukup bagus. Baru-baru ini RRT melaksanakan The First International Export Expo di mana Indonesia menjadi negara kehormatan dalam Expo tersebut," ujar dia di Port Moresby, Papua Nugini, Jumat (16/11).

Kemudian, dengan Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill, Presiden Jokowi juga akan berbicara terkait kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Papua Nugini. Potensi kerjasama kedua negara dinilai sangat besar mengingat Papua Nugini merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

‎"Untuk Papua Nugini, tentunya untuk mereiterasi dukungan terhadap Papua Nugini. Kemudian Presiden juga akan bicara mengenai masalah kerjasama ekonomi. Hampir sama seperti yang saya sampaikan kepada Menteri Luar Negeri-nya tetapi tentu ada flavour-flavour yang berbeda karena ini pada tingkat leaders," ungkap dia.

Sementara dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Rick Houenipwela, lanjut Retno, ini akan menjadi pertemuan pertama Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon tersebut. Isu yang akan dibahas oleh kedua kepala negara yaitu terkait masalah kemaritiman.

"Pasifik Selatan merupakan salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia, karena dengan kondisi pulau-pulau kecil, kita memiliki kesamaan dengan mereka. Termasuk diantaranya untuk isu climate change, karena sebagian besar pulau-pulau Indonesia juga merupakan pulau-pulau kecil. Dan masalah kerjasama maritim, ini menjadi fokus prioritas Indonesia," kata dia.

Menurut Retno, masalah kelautan merupakan fokus pemerintah Indonesia. Hal tersebut telah disampaikan Indonesia saat menjadi tuan rumah Our Oceana Conference di Bali pada 29-30 Oktober 2018 lalau.

"Oleh karena itu kita menjadi tuan rumah Our Ocean Conference. Kita sekarang giat untuk mengkampanyekan pengurngan sampah plastik di laut. Pada saat kemarin kita bicara di KTT ASEAN salah satu yang kita sponsori di dalam EAS adalah EAS Leaders Statement on Combating Marine Plastic Debris. Jadi kita secara konsisten memperkuat kerjasama di bidang yang terkait masalah dan kemaritiman yang dalam beberapa hal kepentingannya sama dengan negara-negaraa Pasifik lain," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini