Di HUT PDIP, Jokowi Banggakan Pertumbuhan Ekonomi RI Hingga Biodiesel

Jumat, 10 Januari 2020 17:20 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Di HUT PDIP, Jokowi Banggakan Pertumbuhan Ekonomi RI Hingga Biodiesel Presiden Jokowi. ©2018 Merdeka.com/Titin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan HUT Ke-47 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Dalam sambutannya Jokowi tidak membahas terkait politik, melainkan membahas ekonomi Indonesia tetap stabil.

"Ibu Mega perlu kami sampaikan bahwa Alhamdulillah ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah perekonomian dunia yang terus menurun dan bergejolak. PE kita di 2019 Alhamdulillah masih tumbuh di atas 5 persen lebih sedikit, dan 5 tahun lalu tumbuh di atas 5 persen," kata Jokowi di hadapan Megawati dan para kader PDIP di JIEXPO, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).

Selain itu, Jokowi juga membahas tentang pengembangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Salah satunya mengenai diskriminasi sawit yang dilakukan Uni Eropa.

"Uni Eropa memunculkan isu tidak ramah lingkungan. Sebetulnya apa sih mereka ngomong begitu, karena sawit ini bisa lebih murah dari minyak bunga matahari mereka," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Pengembangan Biodiesel

Menurutnya, kasus tersebut hanya perang bisnis antarnegara. Dengan demikian, bukan masalah jika Uni Eropa tidak membeli CPO. Sebab, Indonesia sudah menerapkan mandatori campuran biodiesel seperti B20 dan B30.

"Ya kita pakai sendiri saja seperti tadi yang disampaikan Ibu Mega. Dan bayangkan, dengan menjadikan CPO kita ke B30, kita menghemat kurang lebih Rp110 triliun per tahun. Dan nantinya kalau sampai kepada B50 yang jelas lebih Rp20 triliun. Yang riset siapa? oleh profesor-profesor di ITB," jelasnya.

Walaupun lama, namun dalam 2-3 tahun kemudian Indonesia bisa masuk ke B100, sehingga Indonesia tidak impor minyak. "Semua yang kita pakai adalah biodiesel. Semuanya. Artinya ramah lingkungan. Dan komoditas-komoditas yang lainnya," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Mari Pangestu Jadi Direktur Bank Dunia Bakal Bawa Angin Segar ke RI
BKPM: Konflik Iran-AS Memperparah Pertumbuhan Ekonomi Global
Ini Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia di 2020 Versi Sri Mulyani
Industri Pengolahan Non-Migas Kontributor Terbesar Pertumbuhan Kuartal III 2019 RI
Menengok Masa Depan Ekspor Indonesia di 2020
Terhimpit Masalah Berat, Ekonomi Indonesia 2019 Mampu Bertahan Tumbuh Positif

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini