Dari Embung Karhutla Jadi Juara 1: Danau Kemiri PGN Sulap Desa Pagar Dewa Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Kolaborasi apik antara masyarakat, pemerintah desa, dan PGN sukses mengubah Danau Kemiri PGN di Muara Enim dari embung karhutla menjadi destinasi wisata unggulan, raih Juara 1 KOMDESPAR 2025 dan tingkatkan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dari Embung Karhutla Jadi Juara 1: Danau Kemiri PGN Sulap Desa Pagar Dewa Jadi Destinasi Wisata Unggulan
Kolaborasi apik antara masyarakat, pemerintah desa, dan PGN sukses mengubah Danau Kemiri PGN di Muara Enim dari embung karhutla menjadi destinasi wisata unggulan, raih Juara 1 KOMDESPAR 2025 dan tingkatkan ekonomi lokal. (AntaraNews)

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama masyarakat Desa Pagar Dewa, Muara Enim, berhasil menyulap Danau Kemiri menjadi destinasi wisata unggulan. Transformasi ini tidak hanya mempercantik desa, tetapi juga signifikan meningkatkan perekonomian warga setempat. Keberhasilan ini mengantarkan Danau Kemiri meraih Juara 1 dalam Kompetisi Desa dengan Potensi Pariwisata (KOMDESPAR) 2025.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, atas inisiatif dan kerja keras masyarakat. Danau Kemiri kini menjadi bukti nyata bagaimana dukungan tepat mampu menciptakan perubahan positif. Perubahan ini berdampak luas pada aspek ekonomi, budaya, serta ketahanan lingkungan di desa tersebut.

Awalnya, danau ini difungsikan sebagai embung air untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Namun, seiring waktu, potensi wisata dan ekonomi kreatifnya mulai terlihat jelas. Kolaborasi strategis antara berbagai pihak menjadi kunci utama kesuksesan pengembangan destinasi ini.

Transformasi Danau Kemiri: Dari Embung Penanggulangan Karhutla Menjadi Pusat Wisata

Danau Kemiri PGN, yang kini dikenal sebagai destinasi wisata, memiliki sejarah yang unik dan menarik. Awalnya, fasilitas ini dibangun bukan untuk tujuan rekreasi, melainkan sebagai embung air vital. Tujuannya adalah untuk mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Muara Enim.

Sebelum embung ini dibangun, penanganan karhutla seringkali terkendala oleh keterbatasan sumber air yang memadai. Kehadiran Danau Kemiri PGN secara drastis mempermudah akses air bagi warga. Petugas pemadam kebakaran Kecamatan Lubai Ulu juga merasakan manfaatnya, memperkuat kesiapsiagaan lingkungan.

Pada tahun 2024, kapasitas embung ini bahkan mampu menyediakan hingga 22.500 meter kubik air. Volume air sebesar itu sangat krusial untuk penanganan karhutla di area sekitar Desa Pagar Dewa. Fungsi awal ini menunjukkan pentingnya Danau Kemiri PGN dalam menjaga lingkungan dan keselamatan.

Kolaborasi PGN dan Warga Menggerakkan Ekonomi Lokal

Seiring berjalannya waktu, area sekitar Danau Kemiri PGN mulai dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Sebuah aula sederhana dibangun di lokasi tersebut, menjadi pusat pelatihan dan pertemuan. Kelompok binaan serta musyawarah desa seringkali menggunakan fasilitas ini.

Pada tahun 2024, Kelompok Tani Siaga bersama pemerintah desa dan PGN mengambil langkah berani. Mereka secara resmi mulai membuka Danau Kemiri PGN sebagai destinasi wisata publik. Sepanjang tahun tersebut, tercatat sekitar 6.000 wisatawan telah berkunjung, menunjukkan potensi besar lokasi ini.

Keberhasilan pengelolaan wisata ini tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga menghasilkan dampak ekonomi signifikan. Penelitian pada April 2025 menunjukkan rata-rata pendapatan mencapai Rp26,1 juta per bulan sepanjang 2024. Pendapatan ini bersumber dari aktivitas wisata, UMKM warga, dan penyewaan fasilitas di Danau Kemiri PGN.

Dari sinilah lahir Rumpun Kemiri (Ruang Usaha, Minat, dan Pelatihan Danau Kemiri), sebuah wadah inovatif yang mendukung ekonomi kreatif. Rumpun Kemiri memfasilitasi pelatihan masyarakat serta pelestarian seni dan budaya lokal. Fajriyah Usman menegaskan, "Kini, Danau Kemiri berkembang menjadi destinasi wisata, ruang ekonomi lokal, sekaligus panggung ekspresi budaya."

Komitmen Berkelanjutan untuk Pengembangan Desa

Perkembangan positif di Danau Kemiri PGN ini secara langsung berdampak pada perekonomian Desa Pagar Dewa. PGN menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem kolaboratif yang telah terbentuk. Tujuannya adalah melahirkan inovasi lokal yang berbasis pada kebutuhan masyarakat setempat.

Kepala Desa Pagar Dewa, Tukino, turut menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan mitra strategis seperti PGN telah membawa manfaat nyata. Manfaat tersebut sangat terasa bagi kemajuan dan kesejahteraan desa.

"Kami berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan Danau Kemiri," ujar Tukino, menegaskan dedikasi mereka. Pernyataan ini menunjukkan visi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan. Pengembangan Danau Kemiri PGN akan terus berlanjut sebagai aset berharga bagi desa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi