Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak Virus Corona ke Ekonomi RI Versi Rizal Ramli

Dampak Virus Corona ke Ekonomi RI Versi Rizal Ramli Rizal Ramli. ©2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Menyebarnya virus corona telah mempengaruhi laju ekonomi Indonesia. Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri era Presiden Abdurahman Wahid, Rizal membeberkan beberapa dampak virus ini ke ekonomi Indonesia.

Dia menjelaskan, saat ini pertumbuhan kredit bertengger pada angka 4 persen. Angka terhitung merosot dari tahun lalu yang bertengger diangka 6,02 persen.

"Tahun lalu pertumbuhan kredit hanya 6,02 persen kalau ekonominya normal, ekonomi tumbuh 6,5 persen. Pertumbuhan kredit itu harusnya 15-18 persen, ini cuma 6,02 persen atau sepertiganya," ujarnya saat berkunjung ke Surabaya, Minggu (8/3).

Dengan adanya persoalan penyakit corona ini, dia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi akan makin merosot lagi hingga 1 persen atau hanya akan menjadi 3 persen. Tanpa adanya virus corona pun, pertumbuhan ekonomi tetap akan turun di angka 4 persen tahun ini.

Selain itu, persoalan ekonomi Indonesia pun diprediksi tidak akan membaik dalam kwartal ke dua dan ketiga tahun ini. Dia menyebut, selain karena faktor corona, ada 5 persoalan lain yang saat ini tengah mendera Indonesia.

Pertama, semua indikator makro merosot lebih jelek dibanding 5 hingga 10 tahun yang lalu. Defisit perdagangan, transaksi berjalan, primari balance dari anggaran, tax ratio dan sebagainya.

"Kalau semua indikator makro itu merosot harusnya rupiah itu melemah, tapi tidak terjadi. Karena didopping pemerintah minjam lebih besar dari luar negeri dengan bunga lebih mahal jadi buat menopang rupiah biar agak kuat sedikit," tegasnya.

Kedua, daya beli masyarakat, pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah daya beli sejelek ini. Ketiga, kasus gagal bayar Jiwasraya dan Asabri turut memiliki peran dalam permasalahan ekonomi bangsa ini.

Keempat, perkembangan digital, Bisnis online atau bisnis digital ini sedang mengalami koreksi valuasi. Gelembungnya dianggap terlalu besar hingga akan mengalami koreksi antara 40-50 persen.

Kelima, pendapatan petani. Menurutnya, petani pada September lalu harusnya sudah menanam padi. Namun karena kemarau baru bisa melakukan penanaman padi. Hal ini, diakuinya mengakibatkan panen diprediksi mengalami kemunduran pula, antara Mei dan Juni tahun ini.

"Begitu petani panen padi, Bulognya tidak punya uang untuk beli. Karena bulog masih rugi Rp30 sekian triliun. Kedua digudang masih banyak beras impor 1,7 juta ton. Jadi kasihan sekali petani kita nanti, yang beli itu tidak ada. Didesa itu sederhana ada panen itu ada uang lah kalau tidak ada panen maka susah bener," katanya.

Jika kelima faktor tersebut terjadi pada saat bersamaan pada kwartal kedua ini, maka Indonesia diprediksi akan mengalami krisis ekonomi. Sehingga, masalah corona dan kelima faktor di atas, dianggap sebagai persoalan yang cukup serius dan harus segera disikapi oleh pemerintah.

"Masalah corona ini serius banget bisa-bisa ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sekitar 3 persen," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Tutup Usia, Ini Daftar Jabatan Penting yang Pernah Diduduki Rizal Ramli
Tutup Usia, Ini Daftar Jabatan Penting yang Pernah Diduduki Rizal Ramli

Rizal Ramli pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di masa pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Baca Selengkapnya
Profil Rizal Ramli, Sang Begawan Ekonomi yang Jadi Menteri Era Gus Dur dan Jokowi
Profil Rizal Ramli, Sang Begawan Ekonomi yang Jadi Menteri Era Gus Dur dan Jokowi

Rizal Ramli, ekonom dan juga politikus ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) pada Selasa, 2 Januari 2024, pukul 19.30 WIB.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Presiden Jokowi Mengenang Rizal Ramli: Aktivis yang Kritis karena Kecintaan Terhadap Bangsanya
Presiden Jokowi Mengenang Rizal Ramli: Aktivis yang Kritis karena Kecintaan Terhadap Bangsanya

Rizal Ramli merupakan Menteri Koordinator Bidang Kelautan di bawah pemerintahan Jokowi era 2015-2016.

Baca Selengkapnya
Gerindra Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh
Gerindra Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh

Keduanya membahas tentang situasi dan kondisi dunia saat ini, termasuk kepada masalah ekonomi dan keamanan negara.

Baca Selengkapnya
Staf Ahli Wakil Presiden sebut Ketidakpastian Situasi Politik Akibat Pemilu 2024 Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Staf Ahli Wakil Presiden sebut Ketidakpastian Situasi Politik Akibat Pemilu 2024 Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Nurdin optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada pada kisaran 5 persen.

Baca Selengkapnya
Anies Bandingkan Gaji TNI Polri Lebih Banyak Naik di Era SBY, Jokowi Beralasan Pandemi Covid-19
Anies Bandingkan Gaji TNI Polri Lebih Banyak Naik di Era SBY, Jokowi Beralasan Pandemi Covid-19

Jokowi menjelaskan, bahwa setiap keputusan pemerintah selalu memperhatikan kondisi ekonomi dan situasi keuangan negara.

Baca Selengkapnya
Jokowi Rajin Bagi-Bagi Bansos, Tapi Ekonomi Indoensia Diramal Hanya Tumbuh 5,04 Persen Sepanjang 2023
Jokowi Rajin Bagi-Bagi Bansos, Tapi Ekonomi Indoensia Diramal Hanya Tumbuh 5,04 Persen Sepanjang 2023

Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2022 yang mencapai 5,31 persen (yoy).

Baca Selengkapnya