Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak Virus Corona, Ekonomi Dunia Melambat Seperti Krisis Keuangan 2008

Dampak Virus Corona, Ekonomi Dunia Melambat Seperti Krisis Keuangan 2008 Menkeu Sri Mulyani. ©2019 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi global di tahun ini akan menjadi 2,8 persen akibat meluasnya virus corona. Angka ini lebih rendah dari perkiraan International Monetary Fund (IMF) yang sebesar 3,3 persen di tahun ini.

"Dengan terjangkitnya virus corona pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan melambat menjadi 2,8 persen dan pertumbuhan ini akan sama atau seperti terjadi pada tahun 2008 2009 dimana terjadi krisis keuangan global," kata Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Senin (2/3).

Sri Mulyani mengatakan, memburuknya kondisi perekonomian global tentu akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, untuk meminimalisir dampak tersebut pemerintah akan terus melakukan berbagai bauran kebijakan bersama otoritas moneter baik di OJK dan di sektor riil.

"Ini dilakukan untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuh dia.

Menurutnya APBN dan APBD dan APBDes adalah instrumen yang terus gunakan di dalam menjaga perekonomian Indonesia. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, ini adalah instrumen yang harus efektif berjalan di dalam melindungi perekonomian.

"Di samping itu kita juga terus mewujudkan tujuan tujuan pembangunan yang telah digariskan terutama pada 5 prioritas penting pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, transformasi ekonomi, perbaikan regulasi, dan simplifikasi dari birokrasi," tandas dia.

Kemenkeu: Berpengaruh Besar, Virus Corona Jadi Perhatian Negara G20

besar virus corona jadi perhatian negara g20 rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Staf Ahli Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan, Suminto menyebut dampak virus corona saat ini sudah menjadi perhatian negara yang tergabung dalam G20. Sebab, virus asal China ini berpotensi akan mengganggu pertumbuhan ekonomi secara global.

"Virus corona menjadi perhatian seluruh anggota G20. Karena dampak terhadap ekonomi berpengaruh besar," kata dia di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (2/3).

Dia mengatakan, pada pertemuan G20 di Arab Saudi beberapa waktu lalu, semua anggota G20 telah membahas berbagai isu global. Salah satunya yakni dampak virus corona terhadap ekonomi global.

"Jadi kalau istilah IMF dampak corona, salah satu persoalannya corona mendistribusi rantai pasok. Juga berakibat menggerus kepercayaan. Dengan virus corona orang takut untuk jalan," kata dia.

Pertumbuhan ekonomi global pada 2019 sendiri tumbuh sebesar 2,9 persen di tengah kondisi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Diharapkan pertumbuhan di 2020 lebih membaik dibandingkan tahun sebelumnya, ekonomi global pun di patok hingga 3,3 persen.

Namun, adanya virus corona yang muncul di 2020 menjadi ancaman bagi negara-negara G20. Kekhawatiran itu kemudian membuat beberapa negara menerpakan berbagai kebijakan untuk mengantisipasi tekanan terhadap dampak pertumbuhan masing-masing negara.

"Tantangan global memerlukan solusi global. Termasuk misalnya corona virus sudah menyebar secara global, dan membutuhkan masukan global," tandas dia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP