Dahlan: Kasus Irjen Djoko, aliran dana Jasa Raharja-Polri distop

Kamis, 15 Agustus 2013 14:11 Reporter : Idris Rusadi Putra
Dahlan Iskan . ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui adanya kerjasama antara Jasa Raharja dengan pihak kepolisian dalam pengelolaan dana operasional lalu lintas. Sementara itu, dalam persidangan kasus korupsi simulator SIM, Inspektur Jenderal Djoko Susilo mengaku setiap bulan menerima uang sebesar Rp 50 juta ke rekening pribadinya.

Namun demikian, Dahlan tidak mau berkomentar apakah aliran dana ke rekening pribadi ini salah atau tidak. Dahlan hanya menegaskan memang ada kerjasama antara Jasa Raharja dengan institusi kepolisian.

"Saya sudah cek dulu memang ada MoU Jasa Raharja dana operasional sebagai institusi ke kepolisian sudah berjalan beberapa tahun lalu," kata Dahlan di Jakarta, Kamis (15/8).

Namun, pada pertengahan tahun 2012, pemberian dana ini dihentikan karena pihak kepolisian tidak kunjung memberi nomor rekening institusi. Dahlan tidak mau berspekulasi apakah pemberian dana ke Djoko termasuk pelanggaran atau bukan.

"Sudah berjalan dan kemudian pertengahan 2012 sudah kita stop. Jasa Raharja sudah minta rekening kepolisian tidak diberikan. Itu sudah distop karena itu," katanya.

Dahlan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menindak kasus ini. "Dana operasionalnya sekarang sudah dipakai tidak bisa dikembalikan. Kita serahkan saja ke hukum," tutupnya.

Sebelumnya. dalam sidang lanjutan kasus korupsi simulator SIM, Inspektur Jenderal Djoko Susilo mengaku setiap bulan menerima uang sebesar Rp 50 juta dari salah satu perusahaan pelat merah, PT Jasa Raharja. [bmo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini