Cerita pejabat ESDM diancam dibunuh saat sosialisasi PLTN
Merdeka.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan masyarakat takut akan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Padahal, energi ini menjadi salah satu alternatif terakhir sumber energi di Indonesia.
Bahkan, anak buahnya, Evita Legowo, mantan Dirjen Migas Kementerian ESDM, pernah diancam dibunuh saat melakukan sosialisasi PLTN di Gunung Muria, Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan besarnya bentuk penolakan masyarakat terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir.
"Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional, PLTN merupakan alternatif terakhir sumber energi sehingga pemerintah dan DPR perlu meninjau kembali pembangunan PLTN dan mengedepankan pemanfaatan energi terbarukan lainnya," ujarnya dalam diskusi di Universitas Trisakti, Jakarta yang dikutip Minggu (29/10).
Menurutnya, masyarakat tak mau terkena dampak apabila terjadi kesalahan. Untuk itu, pengembangan energi nuklir harus mengedepankan keamanan.
“Keamanan begitu penting. Selalu terjadi perdebatan pada nuklir karena menyangkut keamanan. Orang bilang 'aku mau nuklir, tapi aku tidak mau nuklir di bangun di pekarangan rumahku'. That's always like that," tegasnya.
Mantan Menteri Pertahanan ini menambahkan pemerintah harus mencari sumber energi untuk menggantikan PLTN, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). "Hidup di negara beriklim tropis dengan energi matahari yang cukup berlimpah dapat dimanfaatkan untuk pengembangan energi terbarukan, begitu juga dengan mengedepankan energi dari tenaga angin serta energi biodesel," jelasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya