Cerita pedagang Glodok beli kios Rp 70 juta, dijual hanya Rp 15 juta

Selasa, 18 Juli 2017 17:41 Reporter : Yolanda Permata
Cerita pedagang Glodok beli kios Rp 70 juta, dijual hanya Rp 15 juta Pasar Glodok sepi. ©2017 merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pusat penjualan barang elektronik, Pasar Glodok, kini sepi pengunjung. Jarang sekali ada transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli di pasar tersebut.

Kondisi ini membuat para pedagang menjual lapak atau kiosnya ke penjual lain. Bahkan, pedagang rela jual murah karena tidak ada lagi keuntungan yang didapat dari kios tersebut.

Pedagang elektronik, Marvi (50) mengaku harus gulung tikar karena sepinya pengunjung Pasar Glodok. Dia pun turut menjual kiosnya ke pedagang lain seharga Rp 15 juta.

"Sepi, pemasukan sedikit. Daripada rugi jadi dijual saja. Saya beli kios Rp 70 juta tapi saya jual 15 juta," ujarnya kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (18/7).

Senada dengan Marvi, Lili (42) menegaskan, sepinya pengunjung sudah terasa semenjak setahun terakhir. Lili pun bercerita pemasukannya saat ini hanya cukup untuk keperluan sehari-hari.

"Omzet berkurang jauh, dulu uang pemasukan bersih bisa disisihkan sebagian untuk disimpan. Kalau sekarang uang masuk buat bayar sewa dan hanya untuk makan sehari-hari," kata Lili.

[sau]

Topik berita Terkait:
  1. Pasar
  2. Ekonomi Indonesia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini