Cegah Panic Buying, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Pokok

Rabu, 18 Maret 2020 15:28 Reporter : Sulaeman
Cegah Panic Buying, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Pokok Pusat Perbelanjaan. ©2020 Merdeka.com/Sulaeman

Merdeka.com - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mendorong pemerintah lebih mengutamakan kebijakan yang berfokus pada ketersediaan dan kemudahan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Ini dperluka untuk mencegah terjadinya panic buying pada tataran masyarakat, akibat penyebaran virus corona di Indonesia.

"Kebijakan tersebut untuk memastikan masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," kata Peneliti CIPS, Pingkan Audrine Kosijungan dalam keterangan tertulis pada Rabu (18/3).

Pinkan mengatakan bahwa kebijakan tersebut juga dapat menjaga pertumbuhan konsumsi masyarakat Indonesia. Sehingga efektif dalam menstimulus perekonomian nasional, yang cukup terdampak perlambatan ekonomi global akibat pandemi virus corona.

Terkait keputusan presiden Jokowi membentuk Gugus Tugas Penanganan Corona pada Jumat, 13 Maret 2020, dia meminta dalam teknis pelaksanaannya faktor koordinasi, sinergi dan keterbukaan informasi publik dengan pemerintah daerah dapat ditingkatkan.

"Kurang transparannya informasi mengenai perkembangan kasus ini, mendorong terjadinya panic buying,” imbunya.

Bahkan aksi panic buying yang terjadi pada tataran masyarakat berdampak negatif pada pergerakan pasar saham di Tanah Air. Seperti IHSG sempat menyentuh rekor terendah. Pagi ini indeks dibuka pada level 4.456,75 dan sempat menyentuh level 4.307,39.

"Angka ini merupakan rekor terendah dalam empat tahun terakhir," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Jaga Pasokan Pangan

pangan rev1

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Galuh Octania mengingatkan pemerintah untuk menjaga dan menjamin ketersediaan bahan pangan pokok di tengah pandemi virus corona. Pemerintah katanya harus belajar dari kondisi gula dan bawang putih yang tidak bisa dipenuhi pemerintah hingga harganya melonjak tajam.

"Pemerintah perlu belajar dari apa yang terjadi pada gula, bawang putih dan bawang bombai yang tidak mampu memenuhi permintaan pasar dan konsumen harus membayar sangat mahal," tegas Galuh dalam siaran pers yang diterima Merdeka.com, pada Rabu (18/3).

Menurutnya selama pandemi virus corona di Tanah Air ketersediaan beras menjadi sangat penting karena beras sendiri merupakan komoditi pangan pokok masyarakat Indonesia. Selain itu stabilitas harga jual beras, perlu diperhatikan pemerintah apalagi menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Untuk itu pemerintah diminta segera merealisasikan impor beras, guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan stok beras nasional. Akan tetapi, pemerintah juga diharapkan memilih waktu yang tepat dalam mendatangkan beras impor agar tidak merugikan petani lokal.

"Supaya impor beras tidak berbarengan dengan masa panen raya," katanya. [idr]

Baca juga:
Di Tengah Wabah Corona, Jokowi Sempatkan Tinjau Gudang Bulog
Mendadak, Jokowi Tinjau Gudang Bulog Cek Ketersediaan Pangan
Stok Beras DKI Aman, Pasar Induk Cipinang Tetap Beroperasi
Jamin Stok Hingga Lebaran, Bulog Serap 1,2 Juta Ton Beras Petani
Kabareskrim Usai Sidak Gudang Beras: Masyarakat Tak Perlu Panik, Stok Cukup

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini