Cara Pemerintah Jokowi Kejar Kekurangan 600.000 Tenaga Kerja Digital

Minggu, 20 Januari 2019 15:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
Cara Pemerintah Jokowi Kejar Kekurangan 600.000 Tenaga Kerja Digital Kominfo Rudiantara. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Indonesia diproyeksi kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) digital sebesar 600.000 per tahun. Proyeksi itu mengacu dari data McKinsey yang menyebutkan bahwa, Indonesia mengalami kekurangan atau 'gap' 9 juta talenta digital hingga 2030.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kekurangan sumber daya manusia atau talenta digital dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Salah satunya melalui program vokasi yang kini tengah dijalankan.

"Ada 20 ribu talenta digital yang akan kami didik dan disertifikasi. Sertifikasinya mengenai kompetensi teknologi, bukan sekadar pengetahuan umum, tetapi lebih keterampilan," kata Rudiantara seperti ditulis Antara, Minggu (20/1).

Tahun ini, Kementerian Kominfo telah mengalokasikan dana Rp 109,4 miliar untuk program digital talent scholarship. Dari program ini, pemerintah menargetkan ada 20 ribu talenta digital yang mendapat sertifikat tahun ini.

Setelah mendapatkan pendidikan, para talenta digital dapat bekerja di perusahaan atau menjadi wiraswasta. Selain itu, program ini akan menghubungkan dengan platform karir.com yang terhubung langsung ke perusahaan.

Menteri Rudiantara menyebutkan bahwa sertifikasi tersebut tidak hanya berlaku di Indonesia saja, tetapi juga di Asia Tenggara. Menurut dia, sertifikasi talenta digital merupakan upaya pemerintah untuk proaktif menyiapkan sumber daya yang kompeten di era industri 4.0.

Dia menambahkan bahwa industri 4.0 tidak serta merta menghilangkan lapangan pekerjaan, justru banyak potensi pekerjaan baru yang tercipta.

Misalnya, pembangunan satu juta rumah yang awalnya menggunakan tenaga manual memerlukan waktu lama, setelah ada teknologi 3d printing pembangunannya bisa lebih cepat, bahkan selesai dalam satu hari.

"Lalu pekerjaan tukang semen kemana? justru itu harus dibimbing dulu, misalnya menjadi operator 3d printing. Kalau menurut saya, lebih banyak potensi lapangan pekerjaan baru dibanding pekerjaan yang hilang," pungkas dia. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini