Cara Menteri ESDM Arifin Tasrif Kurangi Impor BBM
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi terus mencari cara untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Ini dilakukan untuk memperbaiki neraca perdagangan dan defisit neraca berjalan.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, upaya untuk menekan impor BBM di antaranya dengan menggenjot produksi minyak dalam negeri dari sumur yang sudah operasi, sehingga bahan baku untuk memproduksi BBM sudah tersedia.
"Sekarang ini kan sudah agak turun (produksi minyak), kita upaya bisa tingkatkan lagi eksisitng," kata Arifn di Jakarta, Senin (4/11).
Selain mengandalkan produksi minyak dari sumur yang sudah ada, untuk menggenjot produksi minyak dalam negeri juga akan mengoptimalkan pencarian minyak dari sumur baru. "Sama untuk mempercepat pengusahaan wilayah kerja migas baru," ujarnya.
Menurut Arifin, peningkatan produksi minyak untuk mengimbangi pembangunan kilang di dalam negeri, yang berfungsi mengolah minyak untuk memproduksi BBM.
"BBM harus punya kilang sendiri. Ya itulah, kita harus segera cari sumur baru, paralel nanti kilang yang akan dibangun, akan bisa memanfaatkan bahan baku yang kita develop lagi," tuturnya.
Arifin mengungkapkan, sumber minyak mentah yang ada di Indonesia harus diolah di dalam negeri, dengan melakukan pembangunan dan peremajaan kilang. Sebab Indonesia akan mendapat manfaat jika kapasitas kilang dapat memenuhi kebutuhan.
Manfaat tersebut yaitu dapat meningkatkan ketahanan energi nasional karena tidak ketergantungan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari luar negeri. "Kalau kita nggak punya kilang ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi, kalau short of suplay mendadak kita terpaksa harus cari barang di pasar, harga mahal, kalau ada di sini kan stabil terus," tuturnya.
Dengan mengelola minyak mentah dengan kilang di dalam negeri, maka dapat memangkas biaya pengadaan BBM. Selain itu, juga akan menciptakan nilai tambah karena akan membuka peluang untuk industrik baru. "Kemudian kalau kita beli terus dari orang lain, yang menikmati nilai tambah karen dia punya processing cost dan margin," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya