Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bukan Pandemi, Inflasi Kini Jadi Tantangan Terbesar Ekonomi Global

Bukan Pandemi, Inflasi Kini Jadi Tantangan Terbesar Ekonomi Global Sri Mulyani di Bali. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sejak 2022, pandemi covid-19 sudah bukan menjadi tantangan lagi bagi ekonomi global. Melainkan lonjakan inflasi di sejumlah negara maju kini menjadi risiko terbesar bagi ekonomi global.

"Dan dengan itu respon dari bank sentral, khususnya The Fed dan Bank Sentral Eropa, yang menetapkan kenaikan yang sangat tajam, tentunya menciptakan perlombaan tambahan atau perubahan, baik untuk kebijakan makro maupun perekonomian secara umum," kata Sri Mulyani dalam Gala Seminar ASEAN 2023: Enhancing Policy Calibration for Macro Financial Resilience, Rabu (29/3).

Hal ini membuat Kementerian Keuangan dan otoritas di Tanah Air harus mengkalibrasi ulang bauran kebijakan mereka dengan Bank Indonesia.

"Selama pandemi saya bisa mendapatkan pembiayaan defisit dari bank sentral, tapi itu hanya selama pandemi, tetapi kami memanfaatkan semua ruang yang disediakan Gubernur Perry kepada kami. Kami menggunakan semua ruang, meskipun sebenarnya kami tidak membutuhkan pembiayaan ini karena defisit kami sebenarnya sangat rendah," lanjutnya.

"Kami menggunakannya untuk benar-benar membangun penyangga di tahun 2022, karena kami tahu di tahun 2023 kami akan terpukul keras oleh kenaikan suku bunga akibat inflasi (di negara maju dan penerbitan obligasi yang mahal," tambah Menkeu.

Memasuki bulan ketiga tahun 2023, Sri Mulyani mengatakan, Pemerintah masih ada banyak penyangga uang tunai untuk melindungi kita dari situasi global yang sangat bergejolak. Sehingga bauran kebijakan terus dikalibrasi ulang karena setiap tahun, tantangan datang dari sumber risiko yang berbeda. Tetapi fundamental ekonomi harus dipertahankan dan perlu dipastikan kuat dan sehat.

"Maka dalam hal itu muncul kembali Menteri Keuangan yang bertanggung jawab atas neraca pemerintah, dan jika kebijakan fiskalnya sehat dan kredibel, maka pekerjaan bank sentral juga akan lebih mudah karena mereka tidak hanya harus menstabilkan inflasi, juga menjaga stabilitas ekonomi," jelasnya.

"Sepertinya terlihat dermawan, tetapi sebenarnya melayani kepentingan kita sendiri juga dalam hal ini, bahwa obligasi juga ada di neraca bank sentral. dan sekarang obligasi juga ada di neraca perbankan," tandas Sri Mulyani.

Reporter: Natasha Khairunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Inflasi Indonesia Jadi Salah Satu Terendah di Dunia, Jokowi: Segar Kalau Seperti Ini
Inflasi Indonesia Jadi Salah Satu Terendah di Dunia, Jokowi: Segar Kalau Seperti Ini

Jokowi meminta kementerian/lembaga beserta kepala daerah terus berkolaborasi untuk menjaga level inflasi sesuai sasaran pemerintah.

Baca Selengkapnya
Sri Mulyani Perkirakan Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen di 2025
Sri Mulyani Perkirakan Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen di 2025

Basis proyeksi pertumbuhan ekonomi itu ditopang oleh terkendalinya inflasi.

Baca Selengkapnya
Kondisi Ekonomi 2024 Masih Suram, Sri Mulyani Bongkar Penyebabnya
Kondisi Ekonomi 2024 Masih Suram, Sri Mulyani Bongkar Penyebabnya

Walau begitu, perekonomian Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan di angka 5,05 persen.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Ekonomi Global Masih Belum Stabil, Diprediksi Cuma Tumbuh 3,0 Persen
Ekonomi Global Masih Belum Stabil, Diprediksi Cuma Tumbuh 3,0 Persen

Dua faktor ini menjadi penyebab pertumbuhan ekonomi global terganggu, bahkan lebih rendah dari proyeksi tahun lalu.

Baca Selengkapnya
BI Prediksi Ekonomi Dunia Tumbuh Melambat di 2024, Bagaimana dengan Indonesia?
BI Prediksi Ekonomi Dunia Tumbuh Melambat di 2024, Bagaimana dengan Indonesia?

Pasar keuangan yang tidak pasti diprediksi bisa memperlambat ekonomi dunia.

Baca Selengkapnya
Sri Mulyani Wanti-Wanti Inflasi Pangan Bisa Ganggu Ekonomi Indonesia
Sri Mulyani Wanti-Wanti Inflasi Pangan Bisa Ganggu Ekonomi Indonesia

Pergerakan inflasi pangan dapat memberi tekanan besar terhadap tingkat inflasi secara keseluruhan.

Baca Selengkapnya
Gerindra Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh
Gerindra Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh

Keduanya membahas tentang situasi dan kondisi dunia saat ini, termasuk kepada masalah ekonomi dan keamanan negara.

Baca Selengkapnya
Anies Bandingkan Gaji TNI Polri Lebih Banyak Naik di Era SBY, Jokowi Beralasan Pandemi Covid-19
Anies Bandingkan Gaji TNI Polri Lebih Banyak Naik di Era SBY, Jokowi Beralasan Pandemi Covid-19

Jokowi menjelaskan, bahwa setiap keputusan pemerintah selalu memperhatikan kondisi ekonomi dan situasi keuangan negara.

Baca Selengkapnya
Ekonomi Dunia Masih Terpuruk di 2024, Sri Mulyani Ungkap Penyebanya
Ekonomi Dunia Masih Terpuruk di 2024, Sri Mulyani Ungkap Penyebanya

Ramalan IMF menyebut kondisi ekonomi dunia masih terpuruk.

Baca Selengkapnya