BRI sebut permintaan ganti kartu hanya ke nasabah terindikasi korban skimming
Merdeka.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan melakukan pemblokiran kartu debit atau ATM terhadap sejumlah nasabahnya. Kabar akan dinonaktifkan kartu tersebut diberitahukan ke masyarakat melalui layanan pesan singkat (SMS) berbunyi 'Yth, Nasabah BRI, demi keamanan trx, kartu ATM Anda akan dinonaktifkan. Segera ganti kartu Anda di Kantor Cabang BRI terdekat (Gratis), Info Contact BRI 14017'.
Sekretaris Perusahaan BRI, Bambang Tribaroto, mengatakan penonaktifan kartu ATM tersebut bertujuan untuk membantu para nasabah agar terhindar dari kasus pencurian data atau skimming. Pemblokiran, lanjut dia, hanya kepada nasabah yang mendapatkan SMS yang sekiranya terindikasi terkena kejahatan skimming.
"Kita untuk membantu antisipasi untuk nasabah agar tidak terkena skimming. Jadi hanya yang mendapatkan SMS saja yang kemungkinan terindikasi kena. Bukan berarti semuanya kena," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (26/3) malam.
Meski demikian, sampai saat ini dirinya belum mengetahui berapa banyak jumlah nasabah yang telah mendapatkan SMS dan terindikasi terkena kejahatan skimming. Atas kejadian ini justru banyak masyarakat dengan kesadaran sendiri datang ke cabang-cabang BRI meminta pergantian kartu.
"Jumlah yang terindikasi belum tahu. Mungkin karena ada yang kena, kemudian yang tidak terkena dan tidak dapat SMS juga minta ikut-ikutan ganti jadi penuh di juga di cabang-cabang. Setiap orang kan mungkin presepsinya berbeda," imbuhnya.
Untuk itu, Bambang juga meminta kepada nasabahnya yang telah mendapatkan pesan SMS tersebut untuk segera mendatangi kantor-kantor cabang BRI terdekat. Dia menambahkan pihaknya juga tidak akan memungut biaya untuk penggantian kartu ini atau gratis.
"Untuk itu datang ke cabang, membawa kartu ATM, buku tabungan, bawa kartunya sama KTP di ajuin kembali. Nanti ketauan kalau ada bukti sms lebih bagus nanti kan lebih mudah bakal kelihatan," ujar Bambang.
Sementara itu, dia juga menyampaikan langkah ini juga untuk mempercepat keputusan Bank Indonesia yang meminta semua bank mengimplementasikan teknologi chip standard internasional pada kartu debit hingga 31 Desember 2021 mendatang.
Bambang berharap, tahun ini akan menargetkan 30 persen dari 54 juta nasabahnya untuk beralih ke teknologi chip elektronik. "Selain itu kita juga mempercepat pergantian kartu debit dengan kartu berteknologi chip elektronik. Ini berproses terus ada targetnya 30 persen tahun ini. Kalau bisa lebih cepat lebih bagus," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya