BPS sebut kebijakan kantong plastik berbayar tak pengaruhi inflasi
Merdeka.com - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan selama ini kebijakan kantong plastik berbayar tidak berpengaruh banyak terhadap inflasi.
Hingga September 2016, inflasi di Indonesia lebih dipengaruhi oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen.
"Pengaruh (kantong plastik berbayar) agak kecil, belum terlihat, belum terasa," ucapnya di kantornya, Jakarta, Senin (3/10).
Selain itu, inflasi juga terjadi akibat kenaikan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,29 persen; kelompok sandang sebesar 0,13 persen.
Ada pula kelompok kesehatan sebesar 0,33 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,52 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,19 persen.
"Komponen inti pada September 2016 mengalami inflasi 0,33 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-September) 2016 sebesar 2,58 persen dan tingkat inflasi komponen inflasi tahun ke tahun (September 2016 terhadap September 2015) sebesar 3,21 persen," ungkapnya.
Sebelumnya, uji coba kebijakan kantong plastik berbayar berhasil dijalankan selama periode 21 Februari hingga 31 Mei 2016. Tujuannya, untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah penggunaan kantong plastik di Tanah Air.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya