BPS: Februari terjadi deflasi 0,09 persen

Selasa, 1 Maret 2016 11:41 Reporter : Sri Wiyanti
BPS: Februari terjadi deflasi 0,09 persen BPS. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2016 terjadi deflasi sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,51.

"Dari 82 kota IHK, 52 kota mengalami deflasi dan 30 kota mengalami inflasi," kata Kepala BPS, Suryamin di Kantor Pusat BPS, Selasa (1/3).

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke yaitu sebesar 2,95 persen dengan IHK 128,60 dan terendah terjadi di Sibolga, Bogor, Sumenep, dan Makassar masing-masing 0,02 persen. Sedangkan Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan yaitu 1,02 persen dengan IHK 129,21 dan terendah terjadi di Banda Aceh 0,02 persen dengan IHK 117,03.

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 0,58 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,45 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,15 persen," jelas Suryamin.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,63 persen, kelompok sandang 0,64 persen, kelompok kesehatan 0,26 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,06 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender yakni Januari hingga Februari 2016 sebesar 0,42 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun yakni Februari 2016 terhadap Februari 2015 sebesar 4,42 persen.

Komponen inti pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen. Sedangkan tingkat inflasi komponen inti tahun kalender yakni Januari hingga Februari 2016 sebesar 0,60 persen, dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun yakni Februari 2016 terhadap Februari 2015 sebesar 3,59 persen. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. BPS
  2. Inflasi
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini