BPJT Sebut Butuh Investasi Lebih Wujudkan Rencana Motor Masuk Tol

Senin, 11 Februari 2019 20:17 Reporter : Merdeka
BPJT Sebut Butuh Investasi Lebih Wujudkan Rencana Motor Masuk Tol Motor masuk tol. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) turut berkomentar terkait ide diperbolehkannya kendaraan roda dua (motor) untuk masuk jalan tol. Untuk mewujudkan rencana tersebut, butuh pemasukan dana lebih bila ingin menerapkan kebijakan diperbolehkannya motor masuk tol.

Anggota BPJT Koentjahjo Pamboedi mengatakan, pemerintah sebenarnya pernah mengimplementasikan aturan tersebut pada ruas tol yang tersambung pada dua pulau, yakni Tol Suramadu dan Tol Mandara Bali.

"Kita menerapkan peraturan itu ketika kita membangun Tol Suramadu sama Mandara Bali. Karena nyebrang ke pulau di sisinya kan tidak ada alternatif jalan raya lain," jelas dia di Jakarta, Senin (11/2).

Bila mempertimbangkan aspek keselamatan, harus dibangun lajur terpisah khusus kendaraan roda dua agar mobil dan motor tidak menyatu dalam satu jalan tol. "Otomatis itu nambah investasi. Kayak kalau misal Tol Jagorawi pasang motor, enggak lah. Kecuali nambah investasi sendiri," tekan dia.

Adapun usulan kebijakan motor bisa masuk tol ini dikeluarkan lantaran pemerintah menilai para pengguna kendaraan roda dua pun memiliki hak yang sama dengan pengendara mobil untuk mengakses jalan bebas hambatan.

"Kita ada wacana itu untuk memberikan fasilitas pada pengendara motor. PP (Peraturan Pemerintah) nya secara regulasi sudah oke," ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Usulan tersebut mengacu pada PP Nomor 44 Tahun 2009 yang merevisi Pasal 37 PP Nomor 15/2005 tentang Jalan Tol. Pada Pasal 1a disebutkan bahwa jalan tol bisa dilengkapi jalur khusus untuk kendaraan roda dua, dengan catatan jalurnya harus terpisah secara fisik dengan kendaraan roda empat.

Lebih lanjut, Koentjahjo pun menyoroti Malaysia yang telah menerapkan kebijakan motor masuk tol pada beberapa ruas tol. Dia sanksi bilamana aturan ini coba ditiru di Indonesia, lantaran telah menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas di Negeri Jiran.

"Tapi jangan tiru negara lain, misalkan di Malaysia. Motor masuk tol, itu kecelakaannya banyak. Padahal populasi motornya kecil," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini