Bos OJK Dorong Anak Muda Lulus SMA Berani jadi Pengusaha Agrobisnis

Selasa, 28 Desember 2021 12:22 Reporter : Sulaeman
Bos OJK Dorong Anak Muda Lulus SMA Berani jadi Pengusaha Agrobisnis Petani Milenial Pacitan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengungkap, pentingnya untuk segera meningkatkan rasio wirausaha muda di Indonesia. Sebab, wirausaha menjadi kunci untuk pembukaan lapangan pekerjaan di Tanah Air.

"Karena itu entrepeneurship (kewirausahaan) harus kita bangun, untuk ekonomi kita bisa tumbuh ke depan. Tanpa (wirausaha) itu sulit," tegasnya dalam webinar OJK, Jakarta, Selasa (28/12).

Maka dari itu, pihaknya meminta lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menjadi wirausahawan. Khususnya di sektor pertanian sebagaimana arahan Presiden Jokowi.

"Nantinya pada pada saat lulus yang SMA tidak mesti harus sekolah di perguruan tinggi, tapi kita bawa masuk pertanian. Kita mendukung rencana bapak presiden (Jokowi) untuk mengolah lahan-lahan yang belum dioptimalkan luar biasa jumlahnya," terangnya.

Dia menyebut, di Provinsi Sulawesi Utara saja terdapat ratusan hektare lahan yang menganggur. Padahal, setelah digarap oleh para wirausahawan muda lahan tersebut mempunyai nila ekonomi yang cukup fantastis.

"Kami keliling ke daerah Sulawesi Utara ada lahan yang tidak diapa-apain oleh pemiliknya. Ratusan hektare itu kita tanami sereh wangi. Ada yang di olah menjadi oktan, dan oktannya diekspor luar biasa," terangnya.

Adapun upaya OJK, lanjut Wimboh, untuk meningkatkan minat generasi muda menjadi wirausaha ialah dengan terus meningkatkan realisasi KUR di tahun 2022. Selain itu, OJK juga akna mempermudah akses pembiayaan KUR bagi wirausaha muda.

"Banyak petani pakai KUR. Satu KUR Rp 12,5 juta dan dalam 3 bulan sudah bisa dikembalikan," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Wirausaha Muda Terganjal Permodalan

terganjal permodalan

Gubernur Ganjar Pranowo mengungkap sejumlah permasalahan yang dialami kelompok wirausaha muda di wilayahnya. Ganjar menyebut, permodalan menjadi masalah utama yang di alami wirausahawan muda wilayah Jateng.

"Permodalan, pembiayaan masih menjadi persoalan (wirausaha muda)," ungkapnya dalam webinar OJK, Jakarta, Selasa (28/12).

Selain permodalan, lanjut Ganjar, akses pembiayaan juga menjadi kendala utama bagi kelompok wirausaha muda. Sebab, ada sejumlah prasyarat yang ditetapkan perbankan atau pihak penyalur kredit dinilai menyulitkan.

"Padahal, akses permodalan perbankan yang mudah menjadi sangat seksi ya. Kita harapkan KUR makin turun suku bunganya, makin mudah kepercayaannya itu bagus," bebernya.

Selanjutnya ekosistem pasar digital yang belum terintegrasi juga menjadi kendala bagi kelompok wirausaha mudah. Sehingga, jangkauan pasar masih terbatas.

"Karena mereka sampaikan, kula kok mboten dibantu saya kayak urip dewe (kok saya enggak dibantu saya seperti hidup sendiri)," ungkapnya.

Oleh karena itu, Ganjar berharap OJK selaku regulator mampu mewujudkan akses permodalan yang lebih mudah bagi wirausaha muda. Sehingga, dapat mendorong jumlah wirausaha muda di Provinsi Jawa Tengah.

"Jadi, fasilitasi dari OJK sangat pentimg bagi kita menerobos situasi yang tidak gampang itu," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
Tingkatkan Jumlah Pengusaha Muda, Pemerintah Bakal Tambah Dana KUR 2022
Keluar dari Zona Nyaman, Eks Dosen di Depok Pilih Jual Arem-Arem sampai Buka 5 Gerai
Simak Rahasia Sukses Berbisnis ala Susi Pudjiastuti
Menteri Bahlil: Rasio Kewirausahaan Malaysia Sudah 6 Persen, Indonesia Baru 3,4
Melihat Pembuatan Miniatur Kapal dari Limbah di Batang, Mirip Asli & Pakai Remote
Berani Berubah: Analis Quality Control jadi Pengusaha Roti Abon saat Pandemi
Kisah Dua Sahabat Merintis Bisnis hingga Sukses, Awalnya Cuma Pakai Alat Seadanya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini