Bos OJK bidik pertumbuhan kredit bank 11 persen di 2017
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit pada 2017 mendatang mencapai 9-11 persen. Angka target ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan kredit saat ini sebesar 7-9 persen.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, pertumbuhan kredit mencerminkan perekonomian Indonesia pada 2017. Dengan kata lain, perekonomian Indonesia pada tahun depan akan tumbuh baik.
"Pertumbuhan hari ini selain mencerminkan apa yang sedang terjadi, bisa dikatakan tidak akan jauh lebih tinggi namun bisa tetap tumbuh untuk tahun ini dan tahun depan sekitar 9-11 persen," ujarnya dalam Economy Outlook 2017 di Jakarta, Kamis (17/11).
Optimisme pertumbuhan kredit karena pemerintah gencar mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mempermudah usaha dan pembangunan di Tanah Air. Kebijakan ini dipercaya akan memberi efek positif terhadap industri dan dunia usaha yang mendorong perbaikan ekonomi.
Namun demikian, OJK akan memantau sentimen global yang akan terjadi tahun depan. Terlebih lagi, terpilihnya Donald Trump dikhawatirkan akan memberi banyak pengaruh negatif terhadap pasar.
"Pola-polanya sebetulnya kita paham, terjadi perubahan sentimen di tengah fundamental yang baik. Kita yakini itu sementara dan akan kembali normal," kata dia.
Muliaman berharap, sentimen-sentimen global bisa dikelola dengan baik. "Mudah-mudahan kita bisa kelola sentimen ini secara baik meskipun kita juga harus hati-hati," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya