Bos Martha Tilaar Hingga Istri Nadiem Cerita soal Kontribusi Perempuan ke Ekonomi

Kamis, 5 Desember 2019 21:10 Reporter : Merdeka
Bos Martha Tilaar Hingga Istri Nadiem Cerita soal Kontribusi Perempuan ke Ekonomi Dialog Indonesia Global Compact Network. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia Global Compact Network (ICGN) menggelar Media Gathering dan Dialog Interaktif dengan tema 'Bagaimana Pemberdayaan Perempuan Membawa Kontribusi Ekonomi?' hari ini, Kamis (5/12) di CoHive 101, Jakarta Selatan.

Dalam acara ini, Presiden Indonesia Global Compact Network (IGCN), YW Junardy mengatakan ketidaksetaraan gender dapat berdampak negatif kepada berbagai aspek pembangunan suatu negara, salah satunya segi ekonomi.

Namun, di zaman yang sudah mulai berkembang ini, masih banyak ditemui diskriminasi gender dalam lingkungan pekerjaan atau dalam mengejar peluang berkarier. Padahal, banyak perempuan yang memiliki kompetensi soft dan hard skill yang baik.

"Berinvestasi pada perempuan dan anak perempuan adalah kunci penting untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan," ujar Presiden Indonesia Global Compact Network (IGCN), YW Junardy.

President Director of Martha Tilaar Group - Founder of Indonesia Global Compact Network (IGCN), Bryan Tilaar menambahkan dalam pemberdayaan perempuan di perusahaannya, Martha Tilaar Group berupaya untuk terus mengembangkan pemberdayaan wanita khususnya.

Komitmen itu diwujudkan melalui sejumlah program kegiatan dan tanggung jawab sosial perusahaan yang didasarkan pada empat pilar, yaitu beauty green, beauty education, beauty culture, dan empowering woman.

Empowering woman memiliki fokus dalam mendidik wanita untuk berkarya, menginspirasi mereka sampai mereka berhasil dalam bidang yang mereka jalani sehingga dalam perkembangannya wanita dapat berperan dengan tangguh.

1 dari 1 halaman

Dominasi Pekerja Perempuan

Co-founder of Tulola Designs, Franka Franklin Makarim yang sempat menjadi seorang enterpeneur, memiliki cara sendiri dalam mendukung pemberdayaan peran perempuan yaitu dengan mendominasi pekerja perempuan di perusahaannya seperti di bidang management, produksi dan pengrajinnya.

Totula Design mendukung wanita di perusahaannya dengan memberikan fleksibilitas dalam waktu agar pihak perempuan bisa seimbang dalam membagi waktu bekerja dan berumah tangga.

Meski dalam aturannya, pasti ada hambatan yang dialami, Franka tetap memastikan komitmen dari karyawan dan mengajarkannya untuk bisa bertanggung jawab dengan perusahaan dan kewajibannya.

Dalam pemberdayaan perempuan, selain meningkatkan kualitas pekerjaan yang dilakukan, setiap perusahaan juga harus Selalu memberi support. "Harus saling support karena berkerja bukan hanya sekedar uang, namun juga berkembang disetiap harinya, saling belajar dan membantu orang yang bekerja pada kita," ujar Franka.

Vice chairwoman Kamar Dagang Indonesia dan Board of Advisers IGCN, Shinta kamdani menambahkan untuk bisa sampai pada pemberdayaan perempuan, perusahaan harus memberikan pelatihan dan mensupport agar perempuan dapat berani menjadi leader. Dalam hal tersebut, peran perempuan dapat memberikan kepemimpinan yang menghasilkan tenaga kerja yang lebih produktif.

"Perempuan memiliki kelebihan dalam membangun hubungan, menginspirasi dan memotivasi orang lain, serta mempraktikkan pengembangan diri," ujar Shinta.

Reporter Magang: Nurul Fajriyah [idr]

Baca juga:
Dulu Sopir Traktor, Wanita Ini Kini Sandang Status Miliuner Berharta Rp14 Triliun
Rektor Termuda Risa Santoso Ternyata Ahli Aikido
Derita Penyakit Langka, Guru Balet Difabel Ini Mengajar Berkursi Roda
Swietenia Puspa Lestari, WNI Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia 2019

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini