Bos Garuda Indonesia Bungkam Ditanya soal Konflik dengan Sriwijaya Air

Kamis, 7 November 2019 19:44 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bos Garuda Indonesia Bungkam Ditanya soal Konflik dengan Sriwijaya Air Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra enggan mengomentari masalah antara Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air. Bahkan dia langsung keluar melewati pintu samping kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Saat dikejar awak media, Ari sapaan akrabnya justru bungkam sama sekali dan bergegas menuju mobilnya. Sejumlah pewarta juga dihalau protokolernya saat ingin mewawancarai.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga tak mau komentar jauh soal sikap Garuda Indonesia terkait kisruh ini. Dirinya justru menyarankan untuk kembali menanyakan kepada pihak Garuda.

"Tanyakan dengan Garuda Indonesia (sikap terkait kisruh)," kata Budi ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, di Jakarta, Kamis (7/11)

Menhub Budi sendiri juga bungkam terkait apa yang memicu perselisihan di antara kedua maskapai nasional itu. Dia hanya ingin agar kerja sama Garuda dan Sriwijaya kembali membaik.

"Saya pikir, saya hanya mengatakan, pokoknya dikembalikan kepada perjanjian semula," ujar Budi.

1 dari 2 halaman

Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Diharapkan Kembali Akur

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan dalam rapat yang dipimpin oleh Menko Luhut diputuskan agar operasional Sriwijaya dan Garuda dapat dijalankan dengan kondisi sebelumnya tanpa ada yang perlu diubah. Pemerintah juga menginginkan kerjasama dilakukan keduanya bisa berlangsung kembali

"Ya tadi rapat dipimpin oleh pak Luhut dan kita harapkan bisa berlangsung beberapa saat sambil kita melakukan pembicaraan apabila ada perbedaan pendapat," kata Menhub Budi.

2 dari 2 halaman

Menko Luhut Gelar Pertemuan Terkait Kisruh Garuda Indonesia dan Sriwijaya

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menggelar pertemuan dengan sejumlah stakeholder di sektor penerbangan udara di Kantornya, Jakarta. Adapun pertemuan ini dilakukan terkait dengan konflik yang ada di tubuh Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia.

Adapun beberapa yang hadir diantaranya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Lawyer dan Shareholder Sriwijaya, Yusril Mahendra Lawyer, dan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan dalam rapat yang dipimpin oleh Menko Luhut diputuskan agar operasional Sriwijaya dan Garuda dapat dijalankan dengan kondisi sebelumnya tanpa ada yang perlu diubah. Pemerintah juga menginginkan kerjasama dilakukan keduanya bisa berlangsung kembali.

"Ya tadi rapat dipimpin oleh pak Luhut dan kita harapkan bisa berlangsung beberapa saat sambil kita melakukan pembicaraan apabila ada perbedaan pendapat," kata Menhub Budi saat ditemui usai rapat, di Jakarta, Kamis (7/11).

Menhub Budi menyebut keretakan hubungan di dua perusahaan tersebut berawal dari perjanjian kerjasama keduanya yang akan berakhir pada 30 Oktober 2019 kemarin tidak diperpanjang. Pemerintah pun menginginkan agar hubungan kerjasama itu dilanjutkan kembali.

"Ya perjanjian itu berakhirnya 30 Oktober, jadi tidak diperpanjang. Nah kita sarankan diterusin dulu," tandas Budi. [idr]

Baca juga:
Bahas Polemik Sriwijaya Air, Menko Luhut Panggil Menhub Hingga Bos Garuda Indonesia
Putus Nyambung Hubungan Kerja Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air
Garuda Indonesia: Surat Direktur Ditujukan Kepada Lessor Sriwijaya Air
Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Diminta Segera Keluarkan Pernyataan Resmi

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini