Bos BPJT optimis integrasi tarif Tol JORR turunkan biaya logistik

Senin, 2 Juli 2018 17:51 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Bos BPJT optimis integrasi tarif Tol JORR turunkan biaya logistik Jalan tol JORR W2 Utara. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, saat ini 90 persen angkutan logistik menggunakan jalur darat. Sementara itu, 72 persen dari total komponen pembentukan biaya logistik merupakan biaya transportasi angkutan logistik, di dalamnya termasuk biaya untuk membayar tol.

"90 persen angkutan logistik ada di jalan. 72 persen biaya (logistik) tersebut terpengaruh dari 90 tadi," ungkapnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat, di Kemenkominfo, Jakarta, Senin (2/6).

Karena itu integrasi sistem transaksi di tol, bisa menurunkan biaya transportasi yang dikeluarkan oleh angkutan logistik. Turunnya biaya transportasi angkutan logistik tentu akan menurunkan biaya logistik.

"Apa yang kita lakukan di jalan tol pasti akan berpengaruh signifikan ke logistik cost. Dengan penggabungan tadi tarif Rp 94.000 (yang harus dibayarkan) kendaraan golongan V untuk jarak terjauh setelah ini hanya bayar Rp 30.000. Bayangkan turunnya. Dengan cara ini kami harap ada pengaruh terhadap efisiensi biaya logistik," kata dia.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo mengakui saat biaya logistik di Indonesia mencapai 26 persen dari PDB.

"Kontribusi biaya logistik 26 persen terhadap PDB. Bandingkan dengan negara yang lebih baik dia (biaya logistik) di bawah 10 persen. Inilah yang menyebabkan harga juga tinggi di Indonesia," jelas dia.

"Untuk turunkan biaya logistik, kita harus mulai dengan menurunkan biaya angkutan. Itu yang harus kita utamakan dalam upaya menurunkan biaya logistik," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini