Bos BKPM: Utang tinggi tapi RI dapat laik investasi
Merdeka.com - Media sosial akhir-akhir ini tengah ramai membicarakan tentang utang pemerintah yang hingga Juni 2017 mencapai Rp 3.706,52 triliun. Jumlah ini dinilai sangat tinggi dan menimbulkan anggapan negatif di masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong hanya tertawa. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak sesuai dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini.
"Kita diserang dituduh punya utang tinggi, saya justru senang. Terlihat betul konyolnya. Karena kita baru mendapat rating investment grade, tapi langsung dituduh punya utang besar. Jadi kelihatan sekali konyolnya," ujar Thomas di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (27/7).
Menurutnya, naiknya rating yang diberikan oleh Standard and Poor's menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia dalam keadaan yang baik, sehingga aman bagi pelaku usaha untuk berinvestasi di Indonesia.
"Di saat yang kejam mengkritik kita memuji, malah ada yang bilang utang kita tinggi. Ini seperti orang baru menang dapat piala marathon, kita malah dikritik," imbuhnya.
Dengan demikian, Thomas meminta masyarakat bisa lebih kritis menilai suatu isu, salah satunya dengan memahami kegunaan dari utang pemerintah tersebut. Dia menjelaskan, utang tersebut hanya digunakan untuk belanja produktif di bidang pendidikan, infrastruktur, kesehatan, transfer ke daerah dan dana desa, serta belanja sosial.
Selain itu, dia menilai, pengelolaan utang yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, juga sudah baik. Sehingga masyarakat tidak perlu takut pemerintah tidak mampu membayar utang yang ada.
"Seluruh hidup saya di swasta di sektor keuangan, saya melihat fungsi pengelolaan utang pemerintah saat ini semakin bagus, canggih, dan modern," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya