Boediono Blak-blakan Soal Kasus Bank Century

Rabu, 28 November 2018 20:37 Reporter : Dwi Aditya Putra
Boediono Blak-blakan Soal Kasus Bank Century boediono. Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11, Boediono mengisahkan ketika dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Berbagai kebijakan kala itu telah ditempuhnya untuk menyelamatkan krisis perekonomian.

Boediono mengatakan, kebijakan yang diambil pemerintah dimulai dengan menyelamatkan Indonesia dari rangkaian krisis ekonomi global. Termasuk ketika itu, mempertahankan Bank Century. Sebab, apabila tidak diselamatkan maka Bank Century akan memiliki risiko sistemik pada perbankan lain.

"Waktu itu saya dan teman-teman enggak pernah mikir risiko politik, pertimbangannya risiko ekonomi. Seandainya kita tahu ya kita tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan," kata Boediono dalam Katadata Forum, di Jakarta, Rabu (28/11).

Boediono menyampaikan, pada masa itu keputusan yang diambil pemerintah dalam mempertahankan Bank Century bukan tanpa pikir panjang. Menurutnya, itu adalah salah satu kebijakan terbaik.

"Kita mengusulkan untuk dilakukan full blanket gurantee dan dilakukan, jadi satu-satunya opsi saat itu ya kalau ada bank yang sakit ya jangan ditutup saat itu, nanti aja tutupnya," tambahnya.

Boediono menambahkan, pada saat mengambil keputusan tersebut juga dilakukan secara terbuka dan transparan. Bahkan bisa dilihat ketika rekaman video yang telah beredar di masyarakat tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui keputusan bersama.

"Itu keputusan bukan keputusan saya pribadi, itu suatu proses pegambilan keputusan terbuka, transparan, bahkan diskusinya sudah beredar luas. Makanya itu suatu yang snagat baru di negara kita. Enggak banyak negara yang dapat rekaman diskusi di bank sentral seperti saat itu," tuturnya.

Boedioni menyampaikan, saat itu pertimbangan yang dilakukan oleh Bank Sentral maupun Komite Stabilitas Sistem Keuangan, melihat banyaknya perbankan yang tutup dinilai menjadi masalah serius bagi perekonomian bangsa.

"Saya pengalaman beberapa puluh tahun dipemerintahan, saya merasa ini perlu kita tangani serius, situasinya sangat serius, dan waktu itu kita pikirannya satu, jangan sampai ekonomi Indonesia jeblok lagi seperti 1997-1998 karena biaya ekonominya besar," pungkasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini