BKHIT Sumsel: Inovasi 'Smart Ekspor' Dorong UMKM Ekspor Telur Ayam ke Singapura, Siap Tembus Pasar Global!
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan memfasilitasi UMKM untuk ekspor telur ayam ke Singapura, didukung program 'Smart Ekspor' guna memastikan standar global dan ketertelusuran produk. Siapkah telur ayam Sumsel bersaing di pas
Palembang, Sumatera Selatan – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah gencar memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar internasional. Upaya ini difokuskan pada produk hewani, khususnya ekspor telur ayam ke Singapura. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian daerah dan membuka peluang baru bagi produk UMKM Sumsel di kancah global.
Proses fasilitasi ekspor telur ayam ini melibatkan serangkaian tahapan ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan produk. Tim BKHIT Sumsel secara langsung melakukan pengecekan di tempat produksi dan menyiapkan dokumen kekarantinaan yang diperlukan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen BKHIT Sumsel untuk mendukung UMKM agar produk mereka dapat memenuhi standar ekspor global.
Menurut Kepala BKHIT Sumsel, Sri Endah Ekandari, pihaknya sedang dalam tahap pengecekan tempat produksi dan penyiapan dokumen. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan volume ekspor, tetapi juga untuk membangun kepercayaan pasar internasional terhadap produk-produk unggulan dari Sumatera Selatan.
Proses Fasilitasi dan Standar Global Ekspor Telur Ayam
Sebelum komoditas telur ayam dapat diekspor, BKHIT Sumsel menurunkan tim khusus untuk meninjau peternakan ayam petelur dan fasilitas pengolahan telur. Peninjauan ini krusial untuk memastikan bahwa seluruh proses produksi memenuhi standar ekspor global yang ketat. Kepatuhan terhadap standar ini menjadi kunci utama agar produk dapat diterima di negara tujuan seperti Singapura.
Kegiatan ini juga berfokus pada pembangunan sistem ketertelusuran yang kuat sejak tahap awal produksi. Ketertelusuran awal sangat penting dalam menjamin mutu dan keamanan produk ekspor, memastikan setiap komoditas dapat ditelusuri mulai dari peternak, proses pengolahan, hingga produk akhir. Sistem ini dirancang untuk mencegah masalah atau penolakan di negara tujuan.
Sri Endah Ekandari menjelaskan, “Tim BKHIT Sumsel berupaya memperkuat sistem ketertelusuran awal (early traceability) atau jejak komoditas ekspor itu, agar tidak mengalami masalah atau penolakan di negara tujuan.” Komitmen ini menunjukkan keseriusan BKHIT Sumsel dalam mendukung UMKM untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar internasional.
Inovasi 'Go Ekspor' Menjadi 'Smart Ekspor Sumatera Selatan'
Untuk memperluas jangkauan ekspor berbagai komoditas unggulan daerah, BKHIT Sumsel mengembangkan program 'Go Ekspor'. Program ini merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk memfasilitasi UMKM dalam menembus pasar global. Dengan adanya program ini, diharapkan lebih banyak produk lokal dapat diekspor.
Saat ini, BKHIT Sumsel bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat dan ahli teknologi informasi dari perguruan tinggi sedang mengembangkan program ini menjadi 'Smart Ekspor Sumatera Selatan'. Inovasi digital berbasis sistem ketertelusuran ini bertujuan untuk memastikan proses dari hulu ke hilir komoditas unggulan dari 17 kabupaten dan kota di provinsi tersebut memenuhi standar teknis ekspor.
Dengan dukungan sistem ketertelusuran yang baik dan inovasi digital, komoditas unggulan Sumsel diharapkan semakin dipercaya oleh pasar global. Peningkatan kepercayaan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan volume ekspor secara signifikan. Program ini menjadi jembatan bagi UMKM Sumsel untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal.
- Selain telur ayam, beberapa komoditas perkebunan dari Sumsel juga telah difasilitasi ekspor, antara lain:
- Kopi
- Teh
- Kelapa
- Vanili
- Bungkil sawit
- Produk olahan serat nanas
- Gula aren
- Santan kelapa
- Kerupuk kemplang
Sumber: AntaraNews