BI yakin defisit transaksi berjalan tumbuh di bawah 3 persen hingga akhir 2018

Jumat, 10 Agustus 2018 19:34 Reporter : Dwi Aditya Putra
BI yakin defisit transaksi berjalan tumbuh di bawah 3 persen hingga akhir 2018 BI rilis defisit transaksi berjalan kuartal II. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Kepala Departemen Bank Indonesia (BI), Yati Kurniati, mengaku optimistis pertumbuhan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) hingga akhir tahun 2018 berada di bawah 3 persen. Saat ini, pemerintah dan BI terus berkoordinasi untuk menurunkan CAD tersebut.

"Jadi memang di kuartal II dia selain ada kebutuhan-kebutuhan yang produktif juga ada faktor musiman. Kami kalau lihat kuartal I dan kuartal II 2,6 terhadap PDB ini masih kita pandang normal dan baik," ungkapnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/8).

Yati meyakini hingga semester II-2018 defisit CAD akan tetap berada di bawah 3 persen. Sebab, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya seperti salah satunya menggenjot sektor pariwisata.

"Untuk itu BI dengan pemerintah sudah aware dengan defisit tinggi sehingga koordinasi untuk menjaga CAD ini lebih terkendali termasuk juga meningkatkan sumber-sumber devisa yang sudah di depan mata seperti pariwisata yang kita kelola dengan baik sehingga tahun ini bisa menurunkan defisit dan akan surplus," ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) merilis defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2018 sebesar USD 8 miliar. Jumlah tersebut meningkat menjadi 3 persen dari kuartal I-2018 yang tercatat hanya sebesar USD 5,7 miliar atau 2,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Peningkatan CAD tersebut dipengaruhi terhadap penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas. Penurunan tersebut terutama disebabkan naiknya impor bahan baku dan barang modal, sebagai dampak dari kegiatan produksi dan investasi yang terus meningkat di tengah ekspor nonmigas yang turun.

"Peningkatan defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi naiknya impor migas seiring kenaikan harga minyak global dan permintaan yang lebih tinggi saat lebaran dan libur sekolah," kata Yati. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini