BI bakal luncurkan sistem informasi awasi harga pangan Indonesia
Merdeka.com - Pemerintah masih tetap berupaya menjaga inflasi di kisaran angka 4 plus minus 1 persen. Salah satunya, melalui sistem informasi yang akan diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) dalam mengawasi inflasi di 82 kota, yang disebut sebagai pusat informasi harga pangan strategis.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan nantinya sistem ini akan memantau seluruh harga pangan di Indonesia, baik di pasar modern hingga pasar tradisional. Dengan demikian, pemerintah bisa mendapatkan informasi yang diyakini integritasnya mengenai inflasi selama bulan berjalan.
"Kalau selama ini kita memberikan informasi tentang pemantauan harga per empat minggu selama satu bulan, sekarang kita bisa setiap hari melakukan monitoring. Sehingga kita bisa mengetahui kecenderungan inflasi di Indonesia atau di kota dan regional," kata Agus di Jakarta, Jumat (6/1).
"Kita yakin dengan sistem kita karena mengambil harga itu kalau tidak didukung oleh sistem dan implementasi yang disiplin, datanya akan kurang baik. Di sistem yang kita bangun ini adalah untuk harga pangan strategis yang menjadi kontributor utama terhadap volatile food," imbuhnya.
Dia menambahkan, pada April 2016 sistem ini sudah dalam tahap finalisasi dan sudah diselesaikan di 2016. Sehingga, awal tahun 2017 sistem ini sudah bisa diluncurkan dan digunakan.
"Tinggal kita melakukan rapat roundtable policy dialouge dengan kementerian-kementerian terkait dan kita akan meluncurkan PIHPS ini," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya