Belum Diperkenalkan, Aplikasi Beli Bali Sudah Catatkan Transaksi Hampir Rp500 Juta

Rabu, 22 September 2021 11:51 Reporter : Sulaeman
Belum Diperkenalkan, Aplikasi Beli Bali Sudah Catatkan Transaksi Hampir Rp500 Juta Ilustrasi e-commerce. ©Pixabay

Merdeka.com - Aplikasi Beli Bali hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali dan Jawa Barat telah mencatatkan nilai transaksi hampir Rp 500 juta. Padahal, aplikasi itu baru resmi diluncurkan pada Jumat 17 September 2021.

"Alhamdulillah hanya dalam beberapa hari sebelum dilaunching dengan pak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah terjadi transaksi hampir Rp500 juta untuk produk-produk kerajinan Bali yang terjual di Jabar," ungkap Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace dalam webinar The 2nd Planet Tourism Indonesia 2021, Rabu (22/9).

Cok Oce mengungkapkan, torehan positif tersebut mengindikasikan keberhasilan upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk terus meningkatkan penerimaan daerah di luar kegiatan pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian.

2 dari 2 halaman

Digitalisasi Solusi Kala Pandemi

kala pandemi rev1

Salah satunya dengan memfasilitasi penjualan aneka produk kerajinan maupun pertanian UMKM Bali melalui platform digital Beli Bali hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab, lewat digitalisasi dan kolaborasi mampu menjangkau pasar yang lebih luas di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

"Ini satu hal yang menunjukkan bahwa transaksi masih bisa berlangsung walaupun orangnya tidak hadir, tapi yang hadir adalah uangnya yang hadir di Bali. Jadi, pembeli tidak ada ke Bali tapi dengan platform mereka bisa memilih produk yang diinginkan dengan harga yang bisa dijangkau," ungkapnya.

Oleh karena itu, Pemprov Bali terus memperkuat digitalisasi dan kolaborasi untuk memfasilitasi penjualan aneka produk UMKM. Mengingat, adanya manfaat nyata untuk mengembangkan pasar yang lebih luas di tengah pandemi Covid-19.

"Inilah terobosan-terobosan yang perlu lebih ditingkatkan lagi kedepannya di era digital," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
Asyik, J&T Express Diskon Ongkir 25 Persen Setiap Hari via Aplikasi Mobile
Amazon Singkirkan 600 Merek Tiongkok, Ada Apa?
Kemenkop: UMKM Papua Dapat Maksimalkan E-commerce Seiring PON XX
Incar Promo Cashback, Penjual di E-Commerce Ciptakan Pembeli Fiktif
Grosiraja Targetkan 10 Juta Pengguna Aktif di Akhir Tahun 2021
UU Tentang e-Commerce ASEAN Disahkan, Mendag Yakin Pemulihan Ekonomi Makin Optimal
Pemerintah dan DPR Sahkan UU AAEC

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini