Bangun Pelabuhan Patimban, pemerintah dapat pinjaman dari JICA
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut perjanjian pinjaman untuk proyek Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat bisa dilakukan Agustus mendatang. Proyek tersebut akan mendapatkan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency atau JICA.
"Semestinya sudah, saya enggak tahu, tapi menurut saya enggak ada masalah lagi," ujar Luhut dikutip Antara, Selasa (25/7).
Sejumlah proyek yang dibahas antara lain revitalisasi jalur kereta Jakarta-Surabaya serta MRT Jakarta Koridor Timur Barat. "Soal JICA, mereka bilang ingin lebih tampil lagi di Indonesia. Tadi kami bicara soal kereta Jakarta-Surabaya, MRT Jakarta Koridor Timur-Barat," katanya.
Perwakilan Senior JICA di Indonesia Muraoka Hiromichi mengaku menunggu pemerintah Indonesia terkait proses perjanjian pinjaman proyek Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Dia mengaku cepat lambatnya penandatangan perjanjian kontrak tergantung pada proses finalisasi yang dilakukan Indonesia.
Pelabuhan Patimban sudah masuk dalam Dokumen Perencanaan Pinjaman/Hibah Luar Negeri atau 'greenbook' yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).
Kementerian Perhubungan berharap perjanjian pinjaman dari Jepang bisa diteken Agustus mendatang. Pelabuhan Patimban menelan biaya investasi mencapai Rp 43,5 triliun dengan 71 persen ditopang dari pinjaman JICA.
Tadinya Pelabuhan Patimban akan dibangun akhir 2017 apabila penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan 2016 dan kapasitas awal 250.000 TEUs pada 2019. Nantinya, pelabuhan tersebut akan diperluas hingga kapasitasnya 7,5 juta TEUs pada 2037, yang terdiri dari terminal kontainer sepanjang 1.740 meter dengan kapasitas 3,13 juta TEUs dan terminal kendaraan 345 meter dengan kapasitas 242.500 CBU. Selain itu, ditambah dengan terminal RORO 200 meter serta terminal kapal negara 300 meter.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya