Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Atasi kesenjangan ekonomi RI, MUI gelar Kongres Ekonomi Umat

Atasi kesenjangan ekonomi RI, MUI gelar Kongres Ekonomi Umat Ilustrasi kemiskinan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuka dan meresmikan Kongres Ekonomi Umat tahun 2017. Kegiatan ini dilakukan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Sabtu (22/4).

Pantauan merdeka.com Presiden, Jokowi datang tepat pukul 13.15 WIB lengkap menggunakan batik berwarna coklat dan kopiah hitam didampingi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H Ma'ruf Amin.

Ketua Bidang Ekonomi MUI Lukmanul Hakim mengatakan, kongres ini terbuka untuk seluruh elemen masyarakat. "Tujuannya adalah untuk mengatasi persoalan ekonomi Indonesia, di antaranya adalah ketimpangan," ujarnya saat membuka Kongres Ekonomi Umat.

Dengan adanya kongres ini, katanya, MUI berharap seluruh elemen bangsa bisa bergerak di dalam menggerakkan ekonomi bangsa melalui optimalisasi sumber daya alam dan juga sumber daya manusianya.

Kongres ini pun diharapkan dapat berdampak positif pada perekonomian Indonesia. Yang terpenting adalah dapat mengatasi kesenjangan sosial yang ada di Indonesia

"Jadi dengan adanya acara kongres ini betul-betul akan membahas bagaimana perekonomian dan keadilan terhadap bangsa Indonesia serta mempererat kesatuan dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan juga kebhinekaan yang sudah kita diskusikan tadi dan bapak presiden," jelasnya.

Lukman juga mengaku terharu acara kongres ini disambut baik Presiden Jokowi dan sejumlah pihak terkait. Menurutnya, Kongres Ekonomi Umat ini memiliki tujuan bersama yaitu mengatasi kesenjangan ekonomi yang ada di Indonesia.

Sebagai tahap lanjutan dari kongres ini, MUI mengusulkan adanya Komite Nasional Ekonomi Umat. Komite ini nantinya akan bertugas untuk mengawasi tentang regulasi dan networking di antara kelompok pengusaha kecil kelompok pengusaha besar, dan organisasi masyarakat. Namun, pembentukan komite ini baru sebatas usulan.

"Jadi intinya yang pernah jadi pengusaha kita dorong, dan yang belum jadi pengusaha kita dorong jadi pengusaha. Itu sejalan dengan regulasi yang sudah ada di dalam konsep dan konsep tadi sudah sejalan dengan Bapak Presiden," tutupnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP