Asosiasi minta pemerintah hapus PPN petani gula

Kamis, 20 Juli 2017 17:48 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Asosiasi minta pemerintah hapus PPN petani gula Ilustrasi gula. ©Shutterstock.com/Timmary

Merdeka.com - Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) meminta pemerintah untuk menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk para petani tebu. Sebab, gula menjadi salah satu bahan pokok strategis, selain beras, jagung dan kedelai.

Ketua APTRI, Sumitro mengatakan sampai saat ini pedagang gula masih takut membeli gula tani karena khawatir akan menanggung PPN. Walaupun, sudah ada penegasan dari Ditjen Pajak bahwa petani yang omsetnya dibawah Rp 4,8 miliar tidak dikenakan PPN.

"Kami minta agar revisi Perpres 71 tahun 2015 tentang penetapan bahan pokok strategis secepatnya bisa dirampungkan dan gula tani bisa masuk sehingga ada kepastian bahwa gula tani benar benar tidak dikenakan PPN sampai tingkat konsumen," ujar Sumitro di Jakarta, Kamis (20/7).

Sumitro menegaskan, rekomendasi dari Ditjen Pajak bahwa gula petani tidak dibebankan PPN. "Alhamdulillah pertemuan tanggal 13 Juli lalu ketemu Dirjen Pajak, kami enggak mau diombang ambing, kami ingin ketegasan bahwa gula petani sampai saat hari ini kapanpun di ujung manapun enggak terutang PPN, jadi masuk bahan pokok strategis," katanya.

Sumitro mengungkapkan, para petani saat ini sedang menunggu bukti bukan hanya sekedar janji. Melalui Rakernas ini, dia berharap aspirasi semua petani tebu bisa tersampaikan dan akan menghadirkan solusi-solusi yang baik.

"Janji-janji Dirjen pajak minggu ini akan terbit Surat Keputusan menteri keuangan jelas bahwa gula petani enggak terutang PPN," pungkasnya. [sau]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini