Asosiasi Harap Pemerintah Tak Ikut Naikkan Cukai Produk Tembakau Alternatif

Kamis, 19 September 2019 18:25 Reporter : Idris Rusadi Putra
Asosiasi Harap Pemerintah Tak Ikut Naikkan Cukai Produk Tembakau Alternatif rokok elektrik. ©REUTERS/Mike Segar

Merdeka.com - Ketua Penasihat Asosiasi Vape Indonesia (AVI), Dimasz Jeremiah mengharapkan pemerintah untuk memperhatikan pengembangan inovasi di industri tembakau di Tanah Air. Salah satunya dengan tidak menaikkan beban cukai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), menyusul rencana naiknya cukai rokok rata-rata 23 persen di 2020.

Dimasz menjelaskan bahwa industri produk tembakau alternatif ini masih tergolong sangat baru dan sebelumnya pemerintah telah membuat kebijakan terkait tarif cukai HPTL sebesar 57 persen melalui PMK No. 146/PMK.010/2017.

"Harapan kami pemerintah dapat memberikan perhatian apalagi saat ini digencarkan pengembangan inovasi di semua sektor tak terkecuali industri hasil tembakau lainnya," kata Dimasz di Jakarta.

Era industri 4.0 mutlak mendorong terciptanya peluang positif bagi ekonomi, oleh karena itu, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk mendorong kreativitas pelaku ekonomi termasuk industri tembakau alternatif agar berkembang dan menghasilkan produk yang memiliki potensi dan manfaat bagi masyarakat.

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto, sependapat dengan Dimasz. Pengumuman oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai rencana naiknya cukai rokok, tetap memperhatikan pengembangan inovasi di industri tembakau alternatif.

"Kan sudah diatur melalui PMK yang keluar kurang lebih setahun lalu. Kami berharap diberi ruang untuk bertumbuh dengan tidak mengubah dulu regulasi terkait HPTL saat ini," ujar Aryo.

Aryo menyatakan, dukungan terhadap produk inovatif ini sudah sejalan dengan rencana Pemerintah untuk mendorong inovasi dan investasi di Indonesia.

Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna 2020 di Kantor Presiden pada Maret 2019 lalu, Presiden Joko Widodo memang menekankan pentingnya inovasi dan sinergi dengan pihak swasta.

"Saya selalu menekankan APBN jelas memiliki keterbatasan. Untuk itu harus diciptakan inovasi sinergi yang melibatkan dunia swasta. Ini saya ulang-ulang, berkali-kali melalui peningkatan investasi dan ekspor," ujar Jokowi.

Pembangunan ekonomi inovasi juga merupakan salah satu dari 10 prioritas nasional yang diluncurkan pemerintah dalam mendukung terciptanya Industri 4.0 di Indonesia, terutama dalam mendorong terciptanya ekosistem inovasi dengan mengoptimalkan regulasi yang mempercepat kolaborasi lintas sektor antara pihak pemerintah, akademisi, maupun pelaku usaha. Pemberian dukungan terhadap produk industri tembakau alternatif diharapkan dapat menjadi salah satu contoh nyata dukungan pemerintah Indonesia untuk mendorong inovasi dan investasi. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini