Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aria Wibisana resmi jadi Kepala BKN

Aria Wibisana resmi jadi Kepala BKN pns. ©sijaka.files.wordpress.com

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi hari ini melantik Aria Wibisana menjadi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang baru. Pelantikan dilakukan setelah melalui proses lelang dan menyaring beberapa nama.

Dalam acara pelantikan, Yuddy meminta Aria Wibisana melakukan tugasnya dengan baik. "Saya percaya, saudara Bima akan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Dan saya percaya Allah akan selalu melindungi tugas bapak dengan sebaik-baiknya," sambutan pidato Yuddy Chrisnandi, di Kantor BKN, Jakarta, Jumat (15/5).

Pada saat lelang jabatan, terdapat tiga calon Kepala BKN yang lolos sampai sesi wawancara dengan Yuddy. Tiga kandidat yang lolos ke tahap wawancara dalam lelang jabatan ini adalah Bima Haria Wibisana, Mohammad Syamsul Maarif, dan Bahrul Hayat. Mereka dinyatakan sebagai tiga terbaik seleksi terbuka Kepala BKN. Ketiga nama yang disampaikan ke Presiden untuk ditetapkan salah satu.

Yuddy waktu itu berpesan siapapun yang terpilih menjadi kepala BKN, agar segera melakukan revolusi mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BKN. "Kepala BKN terpilih harus secepatnya melakukan revolusi mental internal BKN. Demikian juga dengan LHKASN, secepatnya juga harus dilaksanakan," ujar Yuddy seperti dilansir dari situs KemenPAN-RB di Jakarta, Senin (20/4).

Menurut Yuddy, tugas besar Kepala BKN yang baru nantinya adalah menyelesaikan hambatan besar dalam pelaksanaan tes CPNS dengan pelaksanaan tes CPNS khususnya bagi tenaga honorer kategori II (K-II). Walaupun telah dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), namun tetap harus ketegasan dalam untuk mendapatkan hasil optimal sesuai dengan harapan. "Kita dapat memperbaiki satu persatu hambatan dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan," katanya.

Kepada para kandidat Kepala BKN, Yuddy juga mengharapkan agar ketiganya dapat ikut mengawasi amanat ini secara proporsionalisme dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP