Apple Gelontorkan Rp31 Triliun Akusisi Perusahaan Israel, Bisa Lacak Wajah dan Pahami Komunikasi Tanpa Suara

Publikasi teknologi Gizmodo berspekulasi bahwa fitur canggih ini kemungkinan besar akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Apple masa depan.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Apple Gelontorkan Rp31 Triliun Akusisi Perusahaan Israel, Bisa Lacak Wajah dan Pahami Komunikasi Tanpa Suara
Apple Gelontorkan Rp31 Triliun Akusisi Perusahaan Israel, Bisa Lacak Wajah dan Pahami Komunikasi Tanpa Suara (Merdeka.com)

Di tengah sorotan tajam publik terhadap CEO Tim Cook minggu ini, Apple kembali membuat langkah mengejutkan. Raksasa teknologi tersebut mengumumkan akuisisi besar-besaran terhadap Q.ai, sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Israel yang berspesialisasi dalam pelacakan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Financial Times, nilai akuisisi ini mencapai angka fantastis, yakni USD 2 miliar (sekitar Rp31 triliun). Kesepakatan ini terjadi di momen yang sensitif, hanya beberapa hari setelah Tim Cook terlihat menghadiri pemutaran perdana film dokumenter Melania Trump dan di tengah insiden penembakan perbatasan AS yang menewaskan Alex Pretti.  

Sebenyarnya, apa yang membuat Q.ai begitu mahal? Melansir Bloomberg, keunggulan utama perusahaan ini adalah kemampuannya memahami 'komunikasi tanpa suara'. Teknologi Q.ai bekerja dengan menganalisis pergerakan otot wajah seseorang saat berbicara tanpa mengeluarkan suara.

Publikasi teknologi Gizmodo berspekulasi bahwa fitur canggih ini kemungkinan besar akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Apple masa depan, seperti AirPods, FaceTime, hingga proyek ambisius kacamata pintar dan headset AR/VR mereka.

Reuni Sang Pendiri dengan Apple

Johny Srouji, Wakil Presiden Senior Teknologi Perangkat Keras Apple sekaligus eksekutif Israel paling senior di perusahaan tersebut memuji langkah ini. Dalam pernyataannya kepada Ynet News, ia menyebut Q.ai memelopori cara kreatif dalam penggunaan teknologi pencitraan.

Menariknya, pendiri Q.ai, Aviad Maizels, bukanlah orang asing bagi Apple. Ia sebelumnya adalah pendiri PrimeSense, perusahaan sensor 3D yang teknologinya dipakai di Xbox Kinect milik Microsoft.

PrimeSense kemudian dibeli Apple pada 2013 dan menjadi fondasi bagi teknologi Face ID yang dikenal hingga sekarang. Bisa dibilang, ini adalah 'kepulangan' Maizels ke Apple.

Potensi Gejolak Internal

Namun, investasi ini di prediksi tidak akan diterima mulus oleh seluruh pihak internal Apple. Sebagian karyawan telah lama mendesak perusahaan untuk menarik investasi dari Israel, terkait tuduhan bahwa perusahaan menyamai sumbangan karyawan ke Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan organisasi di wilayah pendudukan ilegal.

Situasi semakin rumit dengan laporan dari CTech yang menyebutkan bahwa sekitar 30 persen karyawan Q.ai direkrut ke dalam dinas militer IDF setelah serangan 7 Oktober 2023.

Di tengah tuduhan PBB mengenai genosida di Gaza, akuisisi ini berpotensi memicu protes baru di kalangan staf Apple yang pro-kemanusiaan.

Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie 

Rekomendasi