Alasan Presiden Joko Widodo gratiskan tol Jembatan Suramadu

Sabtu, 27 Oktober 2018 14:30 Reporter : Merdeka
Alasan Presiden Joko Widodo gratiskan tol Jembatan Suramadu Jembatan Suramadu. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membebaskan tarif tol Jembatan Suramadu mulai hari ini, Sabtu (27/10). Langkah menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Jembatan Suramadu menjadi satu-satunya penghubung jalur darat Surabaya dan Madura yang sebelumnya hanya tersedia di jalur laut. Jembatan dengan panjang 5.438 meter ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

Jembatan ini mulai dibangun pada 2003 di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009. Dana yang digelontorkan untuk membangun jembatan Suramadu mencapai Rp 4,5 triliun.

Semula tarif tol untuk melalui jembatan ini di kisaran RP 15.000 untuk kendaraan golongan I hingga Rp 45.000 untuk kendaraan golongan V.

AVP Corporate Communications Jasa Marga Dwimawan Heru menyatakan, pembebasan tarif ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang kemudian mengubah fungsi Jembatan Suramadu dari tol menjadi jalan umum.

"Ada Perpresnya yang menetapkan Tol Jembatan Suramadu dari jalan tol menjadi jalan umum tanpa tol," jelas dia kepada Liputan6.com.

Dia menambahkan, misi menggerakkan ekonomi kawasan merupakan faktor utama penghapusan tarif tersebut. "Hal ini dalam rangka percepatan pengembangan ekonomi kawasan Surabaya Madura," sambungnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini