Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akses perbankan terbatas, penyerapan KUR di sektor pertanian rendah

Akses perbankan terbatas, penyerapan KUR di sektor pertanian rendah Ilustrasi pertanian. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) Agus Muharram mengatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian sangat rendah. Hal ini dikarenakan minimnya akses perbankan di daerah pelosok desa.

Di mana hanya bank BRI saja yang tercatat sebagai penyalur KUR di daerah pelosok desa. Akibatnya, akses masyarakat di pedesaan, untuk mendapatkan KUR menjadi sangat terbatas.

"Itu masalah akses saja, sehingga KUR itu banyak di kota. Karena sektor perdagangan dan jasa adanya di kota, baik kota kecil menengah atau besar. sehingga akses mudah dicapai," kata Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/10).

Selain itu, plafon KUR yang hanya sebesar Rp 25 juta dinilai tidak mencukupi untuk para petani‎ dengan skala menengah ke atas. Akibatnya, petani besar-menengah akan mencari sumber pendanaan lain selain KUR.

"Untuk bertani seluas 1 hektar itu butuh sekitar Rp 13,4 juta biaya tanamnya. Jadi untuk petani skala besar menengah ya tentu tidak bisa dipakai untuk beli traktor dan lain-lainya," imbuhnya.

Oleh sebab itu, pemerintah berencana menaikkan plafon KUR menjadi Rp 50 juta dengan bunga hanya 7 persen di tahun 2017 mendatang. Sehingga, petani besar-menengah untuk mengakses dana KUR tersebut, dan penyerapan KUR untuk sektor pangan diharapkan akan meningkat dengan baik.

Kemenkop UKM mencatat, hingga Agustus 2016 realisasi penyaluran KUR baru mencapai Rp 64,7 triliun. Di mana sektor perdagangan mendominasi 68 persen penyaluran KUR, sementara sektor jasa sebesar 10,86 persen dan sektor pertanian hanya 15,51 persen.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP