Akibat Gempa Banten M 7,4, Operasional MRT Sempat Berhenti 10 Menit
Merdeka.com - Sempat berhenti akibat gempa, PT MRT Jakarta memastikan operasional perseroan kini sudah aman kembali.
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan, operasional MRT Jakarta sempat dihentikan dalam waktu 10 menit lamanya usai gempa terjadi.
"Tadi operasional kereta sempat dihentikan (stop) di platform 10 menit 43 detik," tuturnya di Jakarta, Jumat (2/9).
Kendati begitu, pihaknya saat ini memastikan bahwa operasional MRT sudah kembali normal usai insiden gempa turut yang dinilai membahayakan penumpang.
"Operasi MRT Jakarta pasca gempa telah berjalan normal kembali. Tim Operasi sedang melakukan pemeriksaan untuk memastikan semua kondisi stasiun dan fasilitas MRT Jakarta dalam kondisi normal. Jika ada perkembangan atas dampak yang ditimbulkan dari gempa tersebut, akan kami informasikan kemudian," terangnya.
Adapun Kamaluddin menjelaskan, ada 9 titik posisi kereta yang terhenti imbas daripada fenomena alam, gempa tersebut. Kesembilan titik itu antara lain:
1. Lebak Bulus delay 07:59 detik2. Senayan delay 10:43 detik3. Bundaran HI delay 06:16 detik4. Blok A delay 09:31 detik5. Setiabudi delay 07:41 detik6. Dukuh Atas delay 07:55 detik7. ASEAN delay 10:40 detik8. Cipete Raya delay 09:41 detik9. Fatmawati delay 06:55 detik.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya