Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AIIB bantah jadi kendaraan China wujudkan one belt one road

AIIB bantah jadi kendaraan China wujudkan one belt one road Ilustrasi China. © Wallpaperfolder.com

Merdeka.com - Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Jin Liqun menyebut bahwa institusinya bukan alat China melancarkan ambisi mewujudkan integrasi ekonomi di eurasia (one belt one road). Meskipun, Negeri Tirai Bambu merupakan aktor utama dibalik eksistensi lembaga keuangan multilateral yang mulai beroperasi awal Januari lalu itu.

"AIIB adalah bank pembangunan multinasional," kata Jin seusai memimpin pertemuan ke-2 AIIB, seperti dikutip Nikkei Asian Review, kemarin.

"Sekarang, kami punya 80 negara anggota, beroperasi sesuai standar kami."

Jin perlu menegaskan itu guna meredam kekhawatiran sejumlah negara mengenai independensi AIIB. Amerika Serikat dan Jepang merupakan dua negara yang mencurigai AIIB sebagai kendaraan China meluaskan pengaruhnya di dunia.

Atas dasar kecurigaan itulah, dua negara bersekutu tersebut masih ogah bergabung menjadi anggota.

Terlepas itu, Jin mengakui banyak negara yang berada dalam lingkaran one belt one road meminta bantuan pendanaan infrastruktur. AIIB akan memberikan pendaaan sepanjang proyek infrastruktur tersebut memenuhi persyaratan terkait kesinambungan finansial (financial sustainability), dampak lingkungan (environmental impact), dan dukungan publik (community support).

"Hingga saat ini, kami memiliki 16 proyek yang sedang berjalan dengan pembiayaan senilai USD 2,49 miliar. Itu termasuk USD 770 juta tahun ini."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP