Adhi Karya bentuk anak usaha pengelola bisnis properti sekitar stasiun LRT
Merdeka.com - PT Adhi Karya Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) keduanya tahun ini dan memutuskan untuk melakukan spin off atau pemisahan departemen Transit Oriented Development (TOD) dan hotel, menjadi anak usaha PT Adhi Commuter Properti (ACP). Tujuan pembentukan ACP ini salah satunya untuk menggerakkan perekonomian di sekitar proyek stasiun Light Rail Transit (LRT) yang mereka kerjakan.
"Konstruksi LRT ini timbulkan sentra baru kegiatan ekonomi di sekitar stasiun. Itu yang digarap oleh anak perusahaan (ACP) yang baru kita bentuk," ungkap Direktur Keuangan PT Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson, di kantor pusat Adhi Karya, Jakarta, Jumat (4/5).
Adapun Adhi Karya memberikan aset berupa tanah kepada anak usaha barunya senilai Rp 1,9 triliun. Jumlah tersebut merupakan nilai uang dari empat kawasan TOD milik induk perusahaan dengan total lahan sekitar 20-25 hektare.
Sebanyak empat kawasan TOD tersebut berada di wilayah Jakarta Timur, Bekasi dan Bogor. Yakni di Ciracas, Bekasi Timur, Jati Cempaka, dan Sentul.
Entus mengatakan, keputusan pembentukan ACP ini telah disetujui oleh sekitar 77 persen para pemegang saham Adhi Karya. Hasil itu didapat pada saat RUPS kedua ini, karena pada saat rapat perdana, persetujuan spin off belum tercapai lantaran belum memenuhi syarat kuorum 75 persen.
Setelah dilakukan spin off, dia melanjutkan, ACP akan mulai melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada 2019 mendatang. Dia mengatakan, IPO baru bisa dilakukan oleh anak usaha paling lambat satu tahun setelah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
"Hasil spin off menyatakan bahwa ACP harus IPO tahun depan. Itu sesuai mekanisme, di mana setahun setelah dapat keputusan DJP, dia baru bisa IPO," tandas Entus.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya