Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 ketidaksiapan Bandara Halim tampung penerbangan komersial

5 ketidaksiapan Bandara Halim tampung penerbangan komersial Terminal Penumpang Bandara Halim Perdanakusuma. (c) istimewa

Merdeka.com - Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, dinamai berdasarkan sosok pahlawan nasional Indonesia yang terkenal, karena gugur ketika menjalankan misi udara berbahaya.

Menukil buku "Bakti TNI Angkatan Udara 1946-2003" (2003), disebutkan bahwa Halim adalah calon pamong praja asal Sampang, Madura, kelahiran 18 November 1922. Di tengah sekolah, dia justru banting setir jadi tentara Belanda, sampai akhirnya ikut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pria yang 42 kali mengikuti misi pengeboman saat magang di Royal Air Force (AU Inggris) pada Perang Dunia II ini, balik ke Indonesia ketika mendengar negara muda itu butuh pilot berpengalaman.

Sekembalinya ke Tanah Air, dia mendapat tugas menyelundupkan senjata dari Thailand ditemani Iswahyudi. Di Negeri Gajah Putih, Halim dipaksa belajar mengendarai pesawat tempur jenis Avro Anson dalam waktu lima hari saja, lantas membawanya pulang muatan penuh senjata dan mesiu buat pemerintah dalam melawan Belanda.

Nahas, pada 14 Desember 1947, pesawat yang dikemudikan Halim dan Iswahyudi kandas, menewaskan keduanya, diduga karena terjadi badai di Selat Malaka.

Kini, 66 tahun berselang dari kecelakaan tragis itu, Bandara Halim Perdanakusuma yang mewarisi nama sang pahlawan melakoni misi tak kalah berbahaya.

Sejak 2011, kepadatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, sudah sulit ditangani. Penumpang angkutan udara tumbuh 19 persen saban tahun. Bandara nomor satu di Indonesia itu melayani pergerakan 64 pesawat setiap jam. Akibatnya delay dan pesawat yang harus berputar di udara mengantre turun jadi pemandangan sehari-hari.

Kementerian Perhubungan lantas merancang pemindahan sebagian sebagian penerbangan ke Halim Perdanakusuma. Ditargetkan, mulai 10 Januari 2014, lima persen jadwal penerbangan 9 maskapai yang biasa dijalankan dari Soekarno-Hatta, mulai dialihkan ke bandara di kawasan Cilitan, Jakarta Timur itu.

Citilink, Garuda, Carlstar, Sky Aviation, AirAsia, Jatayu, Lion/Batik Air, Tigerair Mandala, dan Sriwijaya Air akan menambah sesak gerai maskapai di Halim Perdanakusuma. Belum lagi masih ada pemain lama di sana seperti Pelita Air atau Susi Air, ditambah belasan perusahaan pesawat carteran yang rutin mangkal.

Masalahnya, bandara yang mulai dibangun semasa Hindia Belanda pada 1925 ini, mulanya didesain sebagai pangkalan militer. Landas pacu cuma satu, sepanjang 3 kilometer. Luas apron (lahan parkir pesawat) juga terbatas, paling mentok bisa menampung 13 pesawat jenis Boeing 737-400 dalam satu waktu.

Ketika bekas fasilitas kesehatan militer ini dipugar dan diresmikan Presiden Soeharto pada 10 Januari 1974, pemerintah membayangkan bahwa bandara Halim hanya akan melayani kepentingan tentara, tamu negara, serta penerbangan pribadi. Baru-baru ini saja tugasnya bertambah untuk melayani jamaah haji.

Alhasil, selepas pemerintah bertitah supaya penerbangan komersial sebagian pindah ke Cililitan, PT Angkasa Pura II kena getahnya.

BUMN pengelola terminal penumpang di Halim Perdanakusuma, terpaksa bersiasat supaya kepentingan militer sebagai pemilik lahan hingga para pemilik jet pribadi, tidak dianaktirikan. TNI AU sudah wanti-wanti supaya dapat slot waktu tertentu memakai bandara itu buat kepentingan mereka.

Direksi AP II lantas menggelontorkan Rp 6,8 miliar buat merenovasi terminal dan loket pembelian tiket, rampung bulan ini. Harapannya, bisa muncul ruang lebih longgar bagi potensi lonjakan penumpang ketika kebijakan itu dijalankan.

Namun, dari pantauan merdeka.com, Kamis (5/12), dan hasil wawancara dengan petinggi Angkasa Pura II, masih banyak persoalan mendera, bukan cuma perkara infrastruktur. Bandara ini bisa-bisa kandas, mengikuti jejak Halim sang pahlawan, karena memaksakan diri melayani pengalihan penerbangan komersial dari Cengkareng.

Berikut ini rangkuman lima masalah utama yang menunjukkan belum mantabnya Bandara Halim menampung penerbangan komersial:

Sekolah penerbangan belum pindah

General Manager Halim Perdanakusuma Iwan Khrishadianto mengaku pusing lantaran bandara yang dia kelola kini disesaki sekolah penerbangan. Jumlahnya ada tujuh, dan jika digabung, mereka punya puluhan unit pesawat latih.

Masalahnya, sekolah calon pilot itu makan apron, sampai sekitar dua slot. Kondisi ini dipastikan bakal mengganggu ketika penerbangan komersial berjalan di bandara milik TNI AU itu.

"Memang kemarin kita dari AP II mengusulkan ke Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, supaya flying school dipindahkan, atau tidak melaksanakan home base di Halim," ujarnya.

Cuma, Ditjen Penerbangan Udara (DJU) sampai rapat persiapan komersialisasi Halim Perdanakusuma, pekan lalu, belum bisa memutuskan skema pemindahan sekolah-sekolah tersebut.?

Ada usulan agar pesawat latih semuanya dialihkan ke Curug, Bogor, Jawa Barat. Namun ide ini baru wacana. Alhasil, sampai Januari, ada kemungkinan puluhan pesawat latih masih menyesaki apron Halim Perdanakusuma.

"DJU belum bisa memutuskan kapan dilaksanakan pemindahan, akan dipindahkan ke mana, belum tahu," kata Iwan.

Topik Pilihan: bandara | bandara soetta

Landasan pacu baru satu

Landasan pacu baru ada satu. Fakta ini menjadi alasan lain, mengapa pemindahan penerbangan komersial betul-betul membebani Halim Perdanakusuma.

Direktur Keuangan Angkasa Pura II Laurencius Manurung mengatakan, ketika 10 Januari tahun depan, maskapai komersial masuk, bandara militer ini akan menerima 36 flight setiap hari, atau 3 flight saban jam.

Itu pun sudah berkompromi dengan TNI AU, supaya tentara masih dapat waktu sendiri memakai Halim Perdanakusuma.

Alhasil, pemilik jet pribadi jadi korban, karena landasan pacu yang hanya satu dipakai berebutan. Sang General Manager Angkasa Pura II untuk Halim, Iwan Khrishadianto, mengatakan jadwal terbang pesawat pribadi (unscheduled) akan dikurangi. Sebelum ada pemindahan ini, sehari AP II melayani 40 flight penerbangan pribadi.

"Oleh karena itu, dari kapasitas runway kita punya 12 kali penggunaan runway dalam satu jam. Untuk pesawat charter, dialokasikan 20 persen, masih bisa masuk di situ," kata Iwan.

Topik Pilihan: bandara | bandara soetta

Parkir terbatas

Iwan menuturkan, lahan parkir buat kendaraan pribadi di Halim sangat terbatas. Dari pantauan merdeka.com, di hari biasa saja, tinggal tersedia sedikit tempat bagi mobil maupun sepeda motor.

Total mobil yang bisa ditampung sekarang baru 500 unit. Angkasa Pura II memperkirakan, mulai awal tahun depan, jumlah itu bakal membesar.

Iwan mengaku akan memperbesar lahan parkir, dengan pengutamaan kendaraan roda empat. "Bisa kita buat jadi muat 700 unit (mobil). Nanti kita pindahkan parkir motor," ungkapnya.

Jalan di area dalam bandara juga berpotensi macet. Humas Angkasa Pura II Dion mengatakan, selain kendaraan pribadi, bus Damri dan dua perusahaan taksi sudah mengurus izin supaya boleh mengambil penumpang dari Halim ketika komersialisasi dilaksanakan.

"Jadi yang boleh ambil penumpang yang pakai stiker anggota. Kalau taksi dari luar, cuma boleh menurunkan penumpang," paparnya.

Topik Pilihan: bandara | bandara soetta

Satu jam cuma 3 flight

Pemindahan sebagian penerbangan dari Cengkareng ke Halim dianggap tidak signifikan. Dengan segala keterbatasan, Halim baru bisa melayani 3 flight per jam, alias mengangkut maksimal 600 penumpang.

Sudah dirancang skenario, agar sampai pukul 21.00 WIB (jam tutup bandara Halim), bisa dilakukan 36 flight, itupun sambil menyelipkan pesawat TNI AU dan jet pribadi.

Iwan Khrishadianto mengakui, tidak semua maskapai asal Cengkareng gembira melihat terbatasnya jumlah penerbangan di Halim.?

"Memang sempat ada ucapan, kalau hanya dengan 2 flight sehari harus memindahkan personel, terus peralatan ke Halim, menurut perhitungan maskapai akan rugi," ungkapnya.

Namun, sampai pertemuan terakhir antara Angkasa Pura II, TNI AU, Dirjen Perhubungan Udara, dengan perusahaan maskapai penerbangan, tidak ada maskapai yang mundur dari rencana pemindahan ini. "Belum ada maskapai yang mau mundur," kata Iwan.

Topik Pilihan: bandara | bandara soetta

Daya tampung penumpang terbatas

Terminal penumpang di Halim Perdanakusuma selama ini cuma punya satu gerbang keberangkatan (gate). Alhasil, Angkasa Pura II terpaksa menambah gate, agar komersialisasi tahun depan mulus dilaksanakan.

Dalam kondisi saat ini, diperkirakan 500 penumpang bisa dilayani setiap jam. Tapi dalam kondisi paling padat, Iwan, sang general manager AP II buat Halim, menilai jumlahnya dapat digenjot sampai 600 orang.

Namun itu baru 5 persen pemindahan dari Cengkareng. Padahal, ada target, kalau bisa jumlah flight yang dialihkan ke Halim ditingkatkan sampai 10 persen.

Bulan lalu, Menteri Perhubungan E.E Mangindaan membantah kalau pihaknya sekadar membagi beban Soekarno-Hatta ke Halim. Pemerintah, katanya, telah menghitung daya tampung penumpang yang bisa dilayani pangkalan udara militer tersebut.

"Kita sudah ada perhitungannya. Banyak space yang kita hitung," kata Mangindaan.

Mangindaan percaya, pemugaran AP II yang menelan dana Rp 6,8 miliar bisa mengatasi persoalan itu. "Terminal penumpang (Halim) tidak akan seperti dulu lagi," tandasnya.

Topik Pilihan: bandara | bandara soetta

Baca juga:Bandara Halim dipaksakan jadi penampungan penerbangan komersialPengelola Halim masih pusing 'gusur' sekolah penerbanganBandara Halim Perdanakusuma hilangkan loket pembelian tiketKerugian membayangi kepindahan 9 maskapai ke Bandara HalimAgar jet TNI, pesawat pribadi dan komersil tak bentrok di Halim

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Pernyataan Sopir Truk Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim, Bikin Geleng-geleng Kepala 'Saya Beli Semua Mobil Itu'
Pernyataan Sopir Truk Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim, Bikin Geleng-geleng Kepala 'Saya Beli Semua Mobil Itu'

Sopir truk di peristiwa kecelakaan beruntun di Gerbang Tol Halim mengaku siap ganti rugi.

Baca Selengkapnya
Inilah Rahasia Mengapa Penumpang Harus Jalan Jauh Saat Menuju Gate di Bandara
Inilah Rahasia Mengapa Penumpang Harus Jalan Jauh Saat Menuju Gate di Bandara

Mengapa para penumpang harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh untuk menuju gate di bandara? Ini jawabannya.

Baca Selengkapnya
5 Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Pintu GT Halim Utama Arah Tol Dalam Kota, Mobil & Pikap Ringsek
5 Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Pintu GT Halim Utama Arah Tol Dalam Kota, Mobil & Pikap Ringsek

kecelakaan itu terjadi tepat di gerbang atau gardu tol yang melibatkan sekira lima kendaraan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Sepenggal Keindahan Bandung Ada di Oray Tapa, Tempat Bersantai sambil Menikmati Kota dari Ketinggian
Sepenggal Keindahan Bandung Ada di Oray Tapa, Tempat Bersantai sambil Menikmati Kota dari Ketinggian

Dengan luas sekitar 5 hektar, kawasan ini dipenuhi oleh pohon pinus dan cemara yang membuat siapapun betah berlama-lama.

Baca Selengkapnya
Pembangunan Dikebut, Bandara dan Lapangan IKN Siap Dipakai Sebelum 17 Agustus
Pembangunan Dikebut, Bandara dan Lapangan IKN Siap Dipakai Sebelum 17 Agustus

Bandara IKN punya luas terminal 7.350 m2 dan luas area bandara 347 ha.

Baca Selengkapnya
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Beruntun GT Halim Utama Terancam 4 Tahun Penjara
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Beruntun GT Halim Utama Terancam 4 Tahun Penjara

Penetapan tersangka terhadap MI sesuai Pasal 311 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ.

Baca Selengkapnya
Pemerintah Pastikan Bandara dan Jalan Tol di IKN Siap Digunakan Jelang HUT ke-79 RI
Pemerintah Pastikan Bandara dan Jalan Tol di IKN Siap Digunakan Jelang HUT ke-79 RI

Pemerintah memastikan bandara dan jalan tol sudah siap digunakan untuk menyambut upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Selengkapnya
APJAPI Minta Pengelola Bandara Buka Saluran Pengaduan untuk Memudahkan Perjalanan Mudik
APJAPI Minta Pengelola Bandara Buka Saluran Pengaduan untuk Memudahkan Perjalanan Mudik

APJAPI meminta kepada segenap pengelola bandara untuk menyediakan saluran pengaduan penumpang

Baca Selengkapnya
Dikira Kuli Bangunan karena Berpakaian Sederhana, Sosok Penambal Jalan Berlubang Ternyata Kapolsek
Dikira Kuli Bangunan karena Berpakaian Sederhana, Sosok Penambal Jalan Berlubang Ternyata Kapolsek

Sosok Kapolsek yang turun langsung untuk perbaiki jalan berlubang.

Baca Selengkapnya