4 Prioritas Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19

Senin, 22 Juni 2020 10:48 Reporter : Dwi Aditya Putra
4 Prioritas Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Maruf Amin. ©2019 dok.Setwapres RI

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut bahwa hampir seluruh negara di dunia dan seluruh wilayah di Indonesia mengalami dampak pandemi Covid-19. Kondisi ini akhirnya menimbulkan dampak luas dan juga multidimensi, sehingga memaksa semua negara menetapkan bauran kebijakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dia mengatakan, pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 menempatkan empat prioritas yang menjadi fokus utama. Salah satunya adalah masalah kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sebab yang ingin dilakukan pemerintah adalah memutus penyebaran virus agar masyarakat tidak terinfeksi.

"Lalu kedua adalah meningkatkan kapasitas pelayanan medis agar mereka yang terpapar dapat ditangani dengan baik," katanya pada saat sambutan di acara penganugerahan penghargaan dan insentif kepada pemenang lomba inovasi daerah, di Jakarta, Senin (22/6).

Dia melanjutkan, upaya ketiga yang dilakukan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 adalah membangun mekanisme untuk melacak masyarakat yang berpotensi terpapar virus. Caranya dengan melalui pelaksanaan tes Covid-19 secara masif serta mengharapkan protokol isolasi mandiri yang ketat.

"Dan upaya keempatnya adalah menerapkan PSBB dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin," kata dia.

Wapres Ma'ruf menambahkan, upaya yang dilakukan Indonesia dalam penanganan Covid-19 tentu berbeda dengan negara-negara dunia yang juga mengalami masalah yang sama. Beberapa negara bahkan menciptakan kebijakan ekstrem seperti lockdown, tetapi pemerintah tetap memilih pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

"Ini yang sering disebut sebagai bekerja belajar dan beribadah dari rumah," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Dampak Terhadap Ekonomi

Kendati begitu, Wapres Ma'ruf mengakui apapun kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat diambil oleh suatu negara pasti akan berdampak terhadap kegiatan ekonomi, tak terkecuali Indonesia. Di mana pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal pertama sudah mengalami perlambatan hanya tumbuh 2,97 persen, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2019.

Oleh karena itu, selain upaya keras dengan mengendalikan penyebaran covid-19, pada saat yang sama pemerintah juga tetap menangani dampak ekonomi agar tidak terpuruk terlalu dalam dan bahkan bisa dapat bangkit kembali.

"Selain bagian dari transisi sampai ditemukannya vaksin dan obat saat ini pemerintah juga dengan sangat serius mengkaji penerapan tatanan baru atau new normal. Upaya ini adalah untuk mempersiapkan masyarakat menuju tatanan baru yang aman dari covid-19 dan tetap produktif hal ini juga dilakukan untuk mendorong pergerakan ekonomi," tandas dia. [azz]

Baca juga:
Anies Sebut Terkendalinya Pandemi Covid-19 di Jakarta Jadi Kado HUT DKI ke-493
Kasus Nakes Positif Covid-19 Tinggi, RS di Jatim Terima 3 Robot RAISA
Tes Usap Karyawan Toko Mitra10, Dinkes Bogor Temukan 12 Kasus Positif Covid-19
Tiga Rumah Sakit di Mimika Rawat 95 Pasien Covid-19
Rapid Test Massal di Kawasan Puncak, 47 Wisatawan Reaktif Covid-19
DPR Apresiasi Jurnalis dan Media Tetap Bekerja di Tengah Pandemi Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini