4 Kerugian Indonesia Akibat Penyerangan Drone ke Kilang Minyak Terbesar Dunia

Rabu, 18 September 2019 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
4 Kerugian Indonesia Akibat Penyerangan Drone ke Kilang Minyak Terbesar Dunia

Merdeka.com - Serangan terhadap fasilitas kilang di Abqaiq dan Khurais memotong pasokan minyak mentah Arab Saudi sekitar 5,7 juta barel per hari atau sekitar 50 persen dari produksi normal. Padahal, Arab Saudi adalah pengekspor minyak terbesar di dunia, mengirimkan lebih dari tujuh juta barel setiap harinya.

Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menjelaskan bahwa Riyadh akan memanfaatkan kilang cadangan besar untuk menutup celah kekurangan, sehingga ekspor dapat berlanjut seperti biasa minggu ini.

Namun, instabilitas harga diperkirakan akan terus terjadi hingga berminggu-minggu sebelum fasilitas Saudi kembali pulih sepenuhnya. Kendati demikian, Riyadh menjelaskan bahwa 'situasi telah terkendali'.

Presiden dari Rapidan Energy Group, Robert McNally, mengatakan harga minyak dunia akan naik sedikit. Namun, dampak paling terasa terjadi pada ekonomi dunia yang merosot. "Abqaiq sejauh ini adalah fasilitas minyak terpenting dunia," ujarnya.

Lalu bagaimana dampak penyerangan fasilitas kilang terbesar milik Saudi terhadap Indonesia sendiri? Berikut rangkuman sejumlah analisa pakar dan pemerintah.

Baca Selanjutnya: 1 Harga Minyak Dunia Naik...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini